Mediasi Calon Independen dengan KPU Sumbar Gagal, Genius Gebrak Meja

402

Sidang musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan antara pasangan calon independen dengan KPU Sumbar, di Ruang Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sumbar, Sabtu (8/8/2020) berlangsung alot.

Namun, mediasi yang dihadiri calon wakil gubernur independen Genius Umar dan anggota KPU Sumbar Izwaryani bersama Yanuk Sri Mulyani tersebut berakhir di jalan buntu dan berlanjut ke sidang terbuka sengketa pilkada, Senin (10/8/2020).

Pantauan media, cawagub perseorangan Genius Umar memasuki gedung Bawaslu Sumbar sekitar semenit sebelum jadwal undangan mediasi. Berselang 2 menit kemudian, Komisioner KPU Sumbar Izwaryani dan Yanuk Sri Mulyani didampingi Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas Aan Wuryanto serta kasubag Tekhnis dan Hupmas Jumiati memasuki gedung Bawaslu.

Mediasi calon perseorangan ini dipimpin Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen didampingi Albi dan Elly Yanti secara tertutup mulai pukul 09.00 WIB. Sempat  terdengar gebrakan meja dari dalam ruangan mediasi.

Usai mediasi, Genius Umar mengatakan, musyawarah itu tidak menemukan kesepakatan karena permintaan calon tentang pendukung yang tidak ditemui agar diverifikasi ulang tidak bisa dipenuhi oleh KPU.

“Maka, kita akan lanjutkan sidang terbuka Senin depan (10/8), karena hari ini tidak ditemukan kesepakatan. Di antaranya berkaitan tidak memenuhi syaratnya pendukung yang menyerahkan KTP karena tidak ditemui. Kami meminta agar bisa diverifikasi ulang atau di MS (memenuhi syarat)-kan,” tegas Genius yang juga wali kota Pariaman itu.

Karena permintaan itu tidak diterima KPU, maka dirinya sempat emosi hingga menggebrak meja.

Baca Juga:  Kota Pariaman, Terbaik di Sumbar Realisasi Belanja APBD se-Indonesia

”Maaf Bawaslu saya terpancing emosi hingga sampai gebrak meja di ruangan sidang sengketa tadi. Spontan saja karena ini menyangkut kepercayaan rakyat yang mendukung lewat KTP-nya tapi dibikin TMS (tidak memenuhi syarat) oleh KPU Sumbar saat verifikasi faktual,” ujar Genius.

Kuasa hukum calon independen Firza Benzani menambahkan, mereka sudah mempersiapkan berkas dokumen untuk sidang lanjutan yang bersifat terbuka pekan depan.

“Kami siap dengan semua dokumen berkaitan pelanggaran KPU Sumbar sekaitan pelanggaran dalam verifikasi faktual kemarin,” ulas Firza pula.

Sekaitan mediasi tertutup yang tidak menemui solusi, Ketua Divisi Hukum KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani mengatakan, siap untuk mengikuti sidang terbuka yang digelar Bawaslu Sumbar.

“Kita ditanyakan apa yang menjadi pertikaian dalam mediasi sehingga tidak disepakati, itu tidak bisa dibuka ke publik karena aturan dan ketentuan pada persidangan. Sifatnya tertutup dan sudah ditegaskan dalam persidangan untuk tidak mempublish hasil persidangan,” ulas Yanuk.

Seperti diberitakan sebelumnya pasangan calon independen Fakhrizal dan Genius Umar melaporkan KPU Sumbar ke Bawaslu Sumbar dan DKPP.

Pasangan jenderal polisi berbintang dua asal Agam dan wali kota Pariaman ini menemukan banyak kejanggalan saat verifikasi faktual syarat dukungan calon sehingga berdampak pada tidak memenuhi syaratnya mereka untuk ikut Pilkada Sumbar. (rel)