Pasien Positif Tetap Bisa Memilih

44
ilustrasi. (IST)

Pasien positif Covid-19 tetap bisa menyalurkan hak suara politiknya pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020 ini. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Riki Eka Putra kepada awak media, kemarin (7/12) mengatakan, pasien positif Covid-19 baik yang dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri di tempat karantina, dan di rumah, tetap bisa memberikan hak suara mereka pada pilkada nanti.

Penyelenggara pilkada sendiri telah membuat beberapa mekanisme dan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang bagaimana para pasien positif Covid-19 bisa mencoblos pada 9 Desember.

Riki menjelaskan, terdapat dua mekanisme yang dilakukan kepada para pasien positif Covid-19. Pertama, bagi pasien yang melakukan isolasi di tempat karantina, maka akan ada kotak suara berjalan yang mendatangi pasien positif Covid-19 di tempat karantina mereka.

“Jadi ada kotak suara berjalan yang dibawa oleh petugas yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dekat dari tempat karantina pasien Covid-19 itu, sehingga mereka bisa menyalurkan hak suaranya di kotak suara berjalan itu,” jelasnya.

Sementara bagi pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, akan ada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mendatangi rumah pasien positif Covid-19 itu.

Namun ia menegaskan, dua mekanisme tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 ketat dan didampingi oleh petugas kesehatan untuk melakukan pengawasan.

“Pastinya proses pemungutan suara terhadap pasien positif Covid-19 tersebut tetap menjalankan prokes Covid-19 seperti petugas memakai pakaian hazmat lengkap seperti yang dilakukan oleh petugas kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut Riki menegaskan, seluruh TPS yang ada di Kota Padang aman dari pandemi Covid-19 karena tidak ada satupun penyelenggara pilkada yang berstatus reaktif atau Orang Tanpa Gejala (OTG). “Petugas KPPS yang dinyatakan reaktif pada rapid test dan positif Covid-19 pada tes swab, tidak diperbolehkan untuk melakukan tugas pada pilkada nanti,” tegasnya.

Baca Juga:  Covid-19, Semen Padang Fasilitasi Karyawan Vaksin Booster Gelombang Ketiga

Senada, Komisioner KPU Kota Padang Atika Triana menambahkan seluruh proses tahapan Pilgub selalu memperhatikan protokol kesehatan. KPU Kota Padang, sebutnya telah menyiapkan tata cara pencoblosan pada saat Pilkada dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Seperti petugas TPS memastikan tidak ada penumpukan pemilih di TPS, petugas TPS, pengawas, saksi memakai masker, pelindung wajah, memakai sarung tangan. Lalu melakukan disinfektan TPS, cek suhu tubuh dan menyediakan tempat cuci tangan.

“Kemudian pada saat pencoblosan nanti kita menggunakan tinta tetes atau semprot, tidak bersalaman dan paku yang digunakan untuk mencoblos akan disemprot secara berkala,” kata Atika.

Dia menyebut, Pilkada 2020 ini akan menjadi Pemilu yang sangat penting, karena pertama kali diselenggarakan di tengah situasi pandemi Covid-19. Makanya, penerapan protokol kesehatan yang ketat itu dilakukan untuk mencegah timbulnya klaster penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Danil, 25, petugas KPPS di Kelurahan Kalumbuk mengaku, hasil rapid testnya aman alias tidak reaktif. Ia juga mengatakan, salah seorang anggota KPPS di TPSnya yang sebelumnya sempat dinyatakan reaktif setelah menjalani tes swab ternyata hasilnya negatif. “Alhamdulillah di TPS saya tidak ada anggota KPPS yang positif, semuanya aman,” ujarnya. (a/eni/eri)