Politisi PKS Minta Keuangan Negara Fokus Ekonomi, Kesehatan & Pangan

22

Anggota Badan Anggaran DPR RI, Nevi Zuairina ketika rapat dengan Menteri Keuangan dan Gubernur BI menyampaikan agar keuangan negara difokuskan pada pertumbuhan ekonomi dan pelayanan pada masyarakat terutama di sektor kesehatan dan pangan.

“Kita tinggalkan dulu agenda yang menyerap dana besar hingga utang sana-sini. Kita mesti realistis dan bijak dalam membagi-bagi setiap detail dana negara ini untuk fokus pada pertumbuhan ekonomi dan pelayanan pada masyarakat. Ini hanya sementara, geser dulu megaproyek yang tidak mendesak, seperti pindahnya Ibu Kota Negara,” tutur Nevi.

Hal itu disampaikan Nevi saat rapatĀ  membahas laporan semester I dan prognosis semester II RAPBN 2021.

Politisi PKS ini mengingatkan pemerintah, saat ini sistem kesehatan masih lemah. Secara bersamaan, kemampuan daya beli masyarakat mesti dapat ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.


“Ini ibarat buah simalakama. Sebuah tantangan bagi pemerintah yang sangat berat, bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan daya beli, dan secara bersamaan menguatkan sistem kesehatan dengan membuat strategi penanganan pandemi yang akurat,” pinta Nevi.

Nevi yang juga duduk di Komisi VI DPR ini menegaskan, saat ini yang sangat mendesak dilakukan adalah penguatan sektor kesehatan yang menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19.

Sedangkan sektor yang harus dipertahankan untuk mendukung keberlangsungan hidup masyarakat adalah pangan dan logistik, terutama pada saat PPKM darurat.

Ia melanjutkan, rencana-rencana pemerintah yang belum mendesak untuk direalisasikan sebaiknya ditahan dulu demi penghematan anggaran.

Baca Juga:  Nevi Zuairina Inisiasi Pembagian Sembako 8 Titik Dapil Sumbar II

Perjuangan keras melawan pandemi, baik secara kesehatan maupun faktor lain dari dampak pandemi memaksa seluruh elemen bangsa tetap bertahan secara ekonomi, sosial dan budaya.

“Seperti rencana pembangunan ibukota baru, pembangunan tol, dan proyek-proyek lainnya yang tidak secara langsung menyasar masyarakat, ini bisa ditunda terlebih dahulu. Apalagi saat ini ada opsi vaksin berbayar yang tentu akan semakin memberatkan masyarakat. Lebih baik fokus pada program vaksinasiĀ  gratis kepada masyarakat,” ingat Nevi.

Legislator asal Sumbar ini juga menyoroti beberapa program yang kurang efektif dalam mencapai tujuan. Pemerintah mesti menyisir setiap serapan anggaran.yang mengambil porsi cukup besar, tapi tidak menghasilkan tujuan seperti yang diinginkan.

Apalagi ada peringatan yang cukup keras mengenai defisit anggaran semester 1 sebesar 1,72%, di mana pengeluaran negara lebih besar Rp283,2 T dari pendapatan.

“Kalau memang dirasa kurang efektif, sebaiknya program-program yang tidak efektif dan efisien dialokasikan untuk keperluan kesehatan dan pangan, sehingga kehidupan ekonomi bisa berjalan normal. Proyek mercusuar mesti dihentikan sementara hingga negara dalam keadaan baik. Kinerja ekonomi pemerintah saat ini masih jauh dari target, menunjukkan negara tidak sedang baik-baik saja,” tukasnya.(rel)

Hj. Nevi Zuairina
Anggota DPR RI Komisi VI FPKS
Daerah Pemilihan Sumatera Barat II
www.nevizuairina.id
HP: 08197516187