Diserang Israel, Nevi Zuarina Ajak Bantu Rakyat Palestina

25

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat Nevi Zuairina mengajak warga dunia meningkatkan rasa empati, menyebarkan toleransi dan membangun nurani kemanusiaan terhadap warga Palestina yang kini didera tekanan fisik dan mental oleh tentara Israel.

Nevi mengatakan, konflik kembali bergejolak setelah serangan tentara Israel terhadap warga Palestina di Kompleks Masjid Al Aqsa.

“Di sana banyak saudara seiman kita yang masih tertindas dan dizholimi oleh Israel. Sehingga kita sepatutnya membantu mereka untuk bisa merasakan kedamaian dan ketenangan hidup,” tutur Nevi.

Politisi PKS ini menerangkan, bahwa konstitusi kita sudah menekankan dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan “kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa’. Palestina sampai saat ini masih menjadi negara jajahan oleh zionis Israel.

“Sehingga sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus mendukung upaya kemerdekaan negara Palestina. Karena penjajahan di muka bumi ini selayaknya harus dihapuskan,” tegasnya.

Istri mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ini mengingatkan, bahwa Palestina disamping Mesir merupakan negara yang mengakui paling awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Baca Juga:  Isu Politik di Bukittinggi: Marfendi Temui Ramlan, Erman Safar ke Irwandi

Sejarah ini tidak dapat dihapus dari keterikatan Indonesia dengan Palestina. Indonesia mendapatkan daulatnya sebagai sebuah negara yang merdeka karena diawali oleh dukungan Palestina.

Kini Palestina masih menghadapi konflik berkepanjangan. Puluhan tahun tidak selesai. Persoalan yang sangat kompleks dan serius ada di Palestina. Negara tersebut membutuhkan pertolongan internasional.

“Indonesia harus ambil bagian, berperan aktif untuk menolong rakyat Palestina. Sebagai negara yang beradab, pantang bagi Indonesia untuk meninggalkan negara yang pernah mengakui kemerdekaan di mana negara lain belum mengakui,” tegas Nevi.

Legislator asal Sumbar ini mengatakan, negara kita juga banyak di dera kesulitan. Namun kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi kekejaman yang menimpa umat manusia.

“Jadi, kita perlu hadir dalam tindakan atau pendapat untuk mengutuk segala kejahatan tidak berprikemanusiaan, dan tindak kekerasan yang tidak berdasar dalam bentuk agresi tersebut. Mari kita bantu doa, bantu dana, bantu suara kepada umat yang tertindas dimanapun berada,” tukasnya.(rel)