PKB tak Usung Incumbent, Golkar Tugaskan Datuak Safar-Asyirwan, Gerindra Siapkan Rahmad-Yuni Hermon

Ilustrasi Pilkada Serentak. (Foto: IST)

Bermodal dua kursi di DPRD Limapuluh Kota, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tidak akan mengusung Wakil Bupati incumbent, Ferizal Ridwan dalam Pilkada 2020, sekalipun Ferizal adalah kader PKB.

Sementara itu, DPP Partai Golkar sudah menugaskan Safarudin Dt Bandaro Rajo atau Datuak Safar dan Asyirwan Yunus, untuk melakukan sosialisasi sebagai kandidat kepala daerah dari Partai Golkar, sambil menunggu survei yang akan digelar.

Sedangkan Partai Gerindra sebagai jawara Pemilu 2019 di Limapuluh Kota, sudah menyiapkan dua calon bupati untuk diusung dalam Pilkada nanti, yakni Mhd Rahmad atau Yuni Hermon.

Jika dalam Pilkada 2015 lalu, PKB bersama PPP dan PDI-P mengusung pasangan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan yang terpilih sebagai bupati dan wakil bupati. Maka, dalam Pilkada dalam pandemi Covid-19 nanti, PKB hampir dipastikan tidak lagi mengusung incumbent.

“Sebab, calon incumbent, terutama Wabup Ferizal Ridwan yang kader terbaik PKB, sudah maju dari jalur perseorangan,” kata Mai Nanda, Sekretaris DPC PKB Limapuluh Kota, Minggu (14/6/2020).

Lantas, siapakah calon yang akan diusung PKB? Menurut Mai Nanda, DPC PKB Limapuluh Kota masih menunggu koalisi DPW PKB Sumbar untuk Pilkada Sumbar.

“Sambil menunggu koalisi di provinsi, PKB masih melihat arah angin untuk Pilkada Limapuluh Kota. Sejauh ini, PKB sudah bangun komunikasi dengan Demokrat, Gerindra, dan partai lainnya yang tidak bisa mengusung sendiri pasangan calon dalam Pilkada nanti,” sebut Mai Nanda.

Sementara itu, teki-teki siapa kandidat bupati dan wakil bupati yang mendapat tugas dari DPP Partai Golkar untuk melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota akhirnya terjawab sudah.

Dari lima pasang kandidat bupati dan wakil bupati yang direkomendasikan DPD Golkar Limapuluh Kota dalam rapat pleno diperluas pada Februari lalu, dua nama sudah mendapat tugas dari DPP Partai Golkar.

“Kandidat yang diusulkan ke DPP Partai Golkar melalui DPD Golkar Sumbar beberapa bulan yang lampau, sudah ada hasilnya. DPP Partai Golkar tugaskan dua orang, yakni Safarudin Dt Bandaro Rajo dan Asyirwan Yunus, untuk menyosialisasikan diri di tengah masyarakat. Setelah itu, nanti baru dilihat hasil survei,” kata Safarudin Dt Bandaro Rajo, Ketua DPD Partai Golkar Limapuluh Kota secara terpisah.

Safarudin yang akrab disapa Datuak Safar menjelaskan, Partai Golkar sudah memiliki mekanisme dan tahapan dalam menghadapi Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Mekanisme itu diawali dengan evaluasi Surat Tugas (ST) dan Surat Penetapan Sementara (SPS) oleh Tim Seleksi DPP Partai Golkar pada 4-6 Juni 2020.

Kemudian, konsolidasi koalisi lintas parpol pendukung dan simulasi akhir bakal pasangan calon yang dilakukan dari 8 Juni sampai 24 Juli. Setelah itu, fit and proper tes dan survei terhadap 2-3 nama bakal calon. Kemudian, dilanjutkan dengan penyampaian hasil survei pada Agustus dan penetapan pasangan calon pada 1-3 September 2020.

“Golkar sesuai dengan amanah dari DPP, harus ikut berkompetisi dalam Pilkada. Dan harus mencalonkan kadernya. Baik sebagai bupati ataupun sebagai wakil bupati. Siapa yang ditetapkan Golkar, itu kita lihat nanti, hasil keputusan DPP Partai Golkar. Sebab, Partai Golkar menentukan pasangan calon itu berdasarkan hasil survei lapangan. Yang disurvei, bukan hanya kader Golkar. Tapi, seluruh kandidat yang muncul di kabupaten untuk jadi bupati,” kata Datuak Safar yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar dari Dapil Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Datuak Safar yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Limapuluh Kota dan tercatat sebagai pemegang rekor suara terbanyak dalam dua kali Pileg (Pileg 2009 dan Pileg 2014), mengakui, jika dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020 ini, Partai Golkar tidak memenuhi persyaratan untuk mengusung calon sendiri. Justru karena itu, harus mencari parpol koalisi yang sama visi-misinya dengan Partai Golkar untuk mau membangun Limapuluh Kota.

“Dan siapa pasangan yang diusung itu, tentunya sesuai dengan kesepakatan koalisi nanti. Belum bisa dipastikan sekarang. Terkait komunikasi untuk persiapan koalisi, Golkar sudah komunikasi dengan Demokrat, PAN, PPP, NasDem, dan PKB. Baru itu, Demokrat membangun komunikasi,” kata Safarudin Datuak Bandaro Rajo seakan menjawab spekulasi yang berkembang, terutama terkait kabar Safarudin Dt Bandaro Rajo digadang-gadang bakal menjadi wakil dari bupati incumbent Irfendi Arbi.

Di sisi lain, Partai Gerindra sebagai jawara Pemilu 2019 di Kabupaten Limapuluh Kota, diam-diam sudah menyiapkan dua kandidat untuk maju sebagai calon bupati Limapuluh Kota.

“Kalau di Partai Gerindra, sebenarnya sudah hampir mengerucut menjadi dua nama. Dua nama yang sudah mengerucut ini, memang agar terlambat karena ada pandemi virus korona (Covid-19). Yang jelas, kedua nama itu adalah kader Partai Gerindra yang sudah ber-KTA (Kartu Tanda Anggota) Gerindra. Ini sesuai dengan attensi Ketum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto,” kata Deni Asra, Ketua Partai Gerindra Limapuluh Kota, Minggu malam (14/6/2020).

Deni Asra yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Limapuluh Kota menyebut, kedua nama calon bupati yang sudah mengerucut di Partai Gerindra itu adalah Mhd Rahmad dan Kol Inf (Purn) Yuni Hermon. Apakah yang akan diusung nanti adalah Mhd Rahmad atau Yuni Hermon, akan diketahui setelah Kongres Partai Gerindra pada Juli mendatang, dengan agenda memilih Ketua Umum dan pengurus baru.

“Yang jelas, kedua nama ini banyak disebut di DPP. Bang Rahmad juga sering disebut dalam pembicaraan kami dengan Sekjen Gerindra, Waketum Fadli Zon, dan Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade. Kalau Pak Yuni Hermon, tentu juga punya jaringannya. Siapapun dari mereka yang diputuskan nanti, pengurus dan kader Gerindra Limapuluh Kota siap untuk mendukung dan memenangkan dalam Pilkada,” kata Deni Asra.

Dalam keterangan tertulisnya, Deni Asra yang karir politiknya mengkilap di usia muda menegaskan, bahwa Partai Gerindra bertanggung jawab untuk menghadirkan pemimpin terbaik untuk Limapuluh Kota lima tahun mendatang.

“Kenapa nama Mhd Rahmad dan Yuni Hermon? Karena 2 orang ini memiliki kapabilitas dan kualitas sebagai pemimpin yang bisa membawa daerah lebih maju. Mereka berdua, punya jaringan kuat di pusat, punya keberanian, dan cerdas serta memiliki visi dan misi yang jelas. Gerindra menawarkan 2 tokoh ini ke masyarakat Limapuluh Kota. Keputusan kita serahkan kepada masyarakat,” ulas Deni Asra.

Sebelumnya, PKS Limapuluh Kota yang punya modal empat kursi di DPRD, juga memastikan mengusung kader terbaiknya sebagai calon wakil bupati.

Kader PKS yang diusung itu adalah Ustad Wardi Munir, mantan anggota DPRD Limapuluh Kota dan DPRD Payakumbuh.

Sedangkan Partai Demokrat, dalam waktu seminggu ke depan, sebagaimana disampaikan ketua Partai Demokrat Limapuluh Kota Darman Sahladi, dipastikan juga akan menerbitkan surat tugas untuk bakal calon bupati.

“Tunggu sajalah dalam seminggu ini. Insya Allah, sudah ada surat tugas dari Demokrat,” kata Ladi, panggilan akrab Darman Sahladi. (frv)