Febby Dt Bangso Melejit, Tinggalkan Genius Umar

37

Peta pertarungan dalam polling pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar 2020 versi Padang Ekspres makin panas, terutama bakal calon (balon) wakil gubernur (wagub). Grafik perolehan polling Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt Bangso tiba-tiba melejit.

Naiknya grafik tokoh muda Sumbar ini jelas mengejutkan. Febby Dt Bangso berhasil menyisihkan perolehan polling balon wagub lainnya, termasuk Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar. Padahal Genius Umar yang maju melalui jalur perseorangan berpasangan dengan Balon Gubernur Irjen Fakhrizal, posisinya tidak tergantikan sejak beberapa hari terakhir.

Sebetulnya, sosok Febby Dt Bangso bukanlah orang baru dalam dunia politik Sumbar. Dia termasuk salah seorang ketua parpol terlama menjabat di Sumbar. Bahkan, praktisi pariwisata ini tercatat sudah berulang kali ikut menentukan arah perpolitikan Sumbar.

Kiprahnya di dunia politik sejak awal memang tak jauh-jauh dari parpol besutan Muhaimin Iskandar itu. Febby sudah berulang kali mendapat pengalaman maju dalam konstelasi politik di Sumbar, baik menjadi calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI, maupun menjadi calon wali kota Bukittinggi.

Dengan segudang pengalamannya itu, wajarlah kiranya kali ini Febby menatap kursi Sumbar 2. Dengan jiwa muda, energik, visioner dan inovatif, menjadikan Febby menjadi balon wakil gubernur ideal. Tinggal sekarang dengan siapakah Febby berpasangan. Inilah menjadi kuncinya.

Biarpun begitu, posisi Febby dalam polling Padang Ekspres, jelas belum aman. Hampir dipastikan balon wakil gubernur lain bersama tim suksesnya bakal tidak tinggal diam. Bukan tak mungkin Genius Umar, Fauzi Bahar (mantan Wali Kota Padang), Ali Mukhni (Bupati Padangpariaman), Gusmal (Bupati Solok) dan nama-nama lainnya.

Sementara di posisi balon gubernur, nyaris tidak terlihat perubahan signifikan. Diyakini balon gubernur bersama tim pemenangannya sedang menyusun strategi menaikan hasil polling. Dengan begitu, posisinya bisa melejit dan lebih dikenal luas oleh masyarakat. Posisi teratas tetap dipegang Irjen Fakhrizal, disusul Nasrul Abit dan Ali Mukhni di tiga besar.

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan tahapan penyelenggaraan pilkada serentak 2020 di era pandemi virus korona (Covid-19). Sejumlah protokol kesehatan pun akan diterapkan pada tahapan-tahapan pilkada.

Keputusan itu diberlakukan seiring dengan dikeluarkannya Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 mengenai perubahan ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pilkada Tahun 2020. Aturan itu sengaja secara khusus dibentuk KPU untuk merinci tahapan pilkada serentak tahun 2020 yang sempat tertunda sekitar 3 bulan imbas dari mewabahnya virus korona.

Gelaran Pilkada 2020 kali ini berbeda dengan pilkada tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya, KPU akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada 2020. Keputusan itu diberlakukan setelah KPU berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Doni Monardo dan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

KPU nantinya akan membuat aturan teknis mengenai tata cara teknis pelaksanaan protokol kesehatan dalam Pilkada 2020 melalui peraturan KPU yang akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Untuk jadwal, KPU mulai melanjutkan tahapan penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020 pada Senin (15/6), lewat pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 270 daerah yang menggelar Pilkada 2020. (rdo)