PAN, PDIP dan NasDem Belum Pasti

192
Ilustrasi. (Foto: IST)

Tahapan Pilkada Limapuluh Kota 2020 sudah kembali dilanjutkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Namun, Partai Amanat Nasional (PAN) yang punya modal 3 kursi di DPRD Limapuluh Kota, masih belum bisa memastikan, siapa kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan didukung. Begitu pula dengan PDI-Perjuangan dan Partai NasDem yang masing-masingnya punya modal 2 dan 1 kursi di DPRD.

“Untuk perkembangan Pilkada atau pencalonan kepala daerah di PAN, sampai sekarang, belum duduk (belum pasti, red). Masih menunggu atau melihat situasi. Yang jelas, sampai kini, kandidat yang cukup intens komunikasi dengan PAN adalah Rizki Kurniawan dan Asyirwan Yunus. Sebelumnya, Kolonel Yuni Hermon juga intens komunikasi, tapi belakangan entah mengapa menghilang saja,” kata Ketua DPD PAN Limapuluh Kota, Faisal Dt Songko Dirajo.

Kondisi serupa juga terjadi di Partai NasDem. “Sampai hari ini (kemarin, red), Partai NasDem belum memunculkan calon lain, selain saya sebagai kader. Karena kita memang hanya punya modal satu kursi di DPRD. Otomatis, untuk maju jadi calon wakil bupati pun, NasDem harus berkoalisi dengan parpol lain,” kata Ilson Cong alias Icong, Ketua Partai NasDem Limapuluh Kota saat dihubungi secara terpisah.

Icong yang pernah menjabat anggota DPRD Limapuluh Kota dan anggota DPRD Sumbar dari PBR (Partai Bintang Reformasi), mengaku realistis saja dalam menghadapi Pilkada 2020. “Saya realistis saja dan menyerahkan kepada partai. Sebab, dalam Pilkada 2015, saya tidak terpilih (Icong yang mendampingi Asyirwan Yunus berada pada posisi runner-up, red). Kemudian, pada Pileg 2019 lalu, saya juga kalah (peroleh suara ICong berada pada peringkat 7 dari 79 caleg, red),” kata Icong.

Saat ditanya, apakah mungkin Ilson Cong akan kembali berpasangan dengan mantan wakil bupati Asyirwan Yunus, mengingat Asyirwan sudah mendapat surat tugas dari DPP Partai Golkar dan sebelumnya juga dapat surat tugas dari DPP Partai Hanura? Icong mengaku, sampai saat ini, dia masih belum berkomunikasi dengan Asyirwan. “Sampai sekarang, saya tak ada komunikasi lagi dengan Asyirwan. Namun, sebelumnya sempat komunikasi dengan Darman Sahladi dan Rifa Yendi. Tapi sampai kini, juga tak ada tidak lanjut,” kata Ilson Cong.

Putra Taehbaruah ini mengaku, tak bisa ngotot juga untuk berkoalisi dengan NasDem ataupun Golkar.

“Kita juga tak bisa ngotot. Letakkanlah Darman Sahladi diusung Demokrat yang punya 5 kursi di DPRD, ditambah dengan NasDem yang punya 1 kursi. Itu juga belum cukup untuk bisa mendaftarkan pasangan calon ke KPU. Jadi, agak repot-repot mengatur koalisinya. Begitu pula kalau NasDem koalisi dengan Golkar yang juga punya 5 kursi, juga mesti cari tambahan parpol untuk koalisi,” kata Icong.

Walau begitu, Ilson Cong mengaku tertarik dengan konsep atau teori yang dipakai bakal pasangan calon kepala daerah dari jalur persorangan, Maskar Dt Pobo-Masril.

“Saya agar tertarik dengan Maskar Dt Pobo yang berpasangan dengan Masril. Walau sama-sama dari arah Selatan, tapi berani berpasangan. Saya pikir, kenapa tidak dicoba juga membuat pasangan yang sama-sama dari arah Utara. Sebab, Utara itu ada 6 kecamatan. Yakni, Payakumbuh, Guguak, Mungka, Gunuang Omeh, Bukit Barisan, dan Suliki, dengan wajib pilihnya hampir 100 ribu jiwa,” kata Ilson Cong.

Dia meyakini, konsep pasangan kepala daerah sama-sama dari Selatan atau sama-sama dari Utara, tidak akan begitu dipersoalkan publik.

“Saya pikir, masyarakat kita tidak akan lagi melihat, apakah pasangan calon itu sama-sama dari Utara, Selatan, ataupun Timur. Tapi yang dipikirkan, mana yang bisa melakukan perbaikan. Tidak perlu kita sampaikan kekurangan yang sekarang. Tapi kondisi sudah sama-sama kita baca. Dinda sendiri kan juga ikut bertanggungjawab untuk apa yang terjadi sekarang,” kelakar Ilson Cong.

Sementara itu, PDI-Perjuangan yang hanya punya modal 2 dari 35 kursi di DPRD Limapuluh Kota, juga belum jelas ke mana arah politiknya dalam menghadapi Pilkada 2020. Apakah, PDI-P Limapuluh Kota akan kembali mengusung ketuanya Irfendi Arbi yang mantan kader Golkar itu atau PDIP masih keteteran mencari mitra koalisi?

Sekretaris PDI-P Limapuluh Kota, Haji Darlius yang dihubungi berkali-berkali, belum menyahut panggilan Padang Ekspres. Sedangkan Ketua PDI-P Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang juga bupati incumbent juga belum mau komentar. “Nantilah saya berkomentar.

Biarlah yang lain dulu (ketua parpol lain, red) bicara. Tadi pun (kemarin), saat Ketua LKAAM Sumbar berkomentar dalam pelantikan pengurus LKAAM Limapuluh Kota, saya juga kaget-kaget dengan komentar beliau,” kata Irfendi Arbi saat dihubungi, Selasa malam (16/6).

Sebelumnya atau Selasa siang (16/6), Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Datuak Rajo Panghulu yang menghadiri prosesi pengukuhan pengurus LKAAM Limapuluh Kota di aula rumah jabatan Bupati kawasan Labuahbasilang, Payakumbuh, mengusulkan agar Irfendi Arbi berpasangan dengan Safaruddin Dt Bandaro Rajo yang anggota DPRD Sumbar dan tercatat sebagai Ketua Partai Golkar. Alasan Sayuti, berkomunikasi dengan Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, tidak susah.

“Kalau tidak sulit, sudah cocok jadi calon Wakil Bupati. Bupatinya, Irfendi Arbi dan calon Wakil Bupati nya Safaruddin Datuak Bandaro Rajo,” kata Sayuti Datuk Rajo Panghulu disambut gemuruh tepuk tangan para pemangku adat yang hadir dalam acara tersebut. Sayuti juga menyebut, Irfendi dan Safaruddin cocok berdampingan karena sama-sama peduli dengan niniak mamak. “Jadi, sangat pantas ke duanya disatukan,” tukas Sayuti.

Selain sama-sama dianggap peduli niniak mamak, Sayuti Datuak Rajo Panghulu menyebut, Irfendi Arbi dan Safaruddin Datuak Bandaro Rajo layak berpasangan, karena sama-sama punya partai dan posisinya sama-sama ketua partai.

“Jika digabungkan PDI-P dengan Partai Golkar, sudah lengkap 7 kursi. Artinya, sudah bisa mengusung pasangan calon bupati dan calon wakil bupati,” ujar Sayuti Datuak Rajo Pangulu sebagaimana siaran pers Bagian Humas Pemkab Limapuluh Kota.

Menariknya, meski diusulkan berpasangan, Sayuti Dt Rajo Panghulu, namun Irfendi Arbi dan Safarudin yang hadir dalam acara tersebut, hanya sama-sama tersenyum. Sehingga Sayuti pun sempat bertanya, apakah mereka betul-betul akan berpasangan, sebagaimana kabar yang beradar. “Kalau iya, akan saya lewakan (umumkan, red),” ujar Sayuti.

Meski begitu, Safarudin Dt Bandaro Rajo kepada Padang Ekspres Minggu (14/6), belum bisa memastikan, apakah dirinya akan maju sebagai calon bupati atau wakil bupati. Sebab, sejauh ini surat tugas yang didapat dari DPP Partai Golkar adalah maju sebagai calon bupati. “Ada dua calon bupati yang sama-sama dapat surat tugas dari DPP Partai Golkar. Saya sendiri dan Asyirwan Yunus. Kami berdua, diminta melakukan sosialiasi. Sambil menunggu hasil survei,” ujar Safarudin.

Mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota ini menyebut, Partai Golkar sudah memiliki mekanisme dan tahapan dalam menghadapi Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Mekanisme itu, diawali dengan evaluasi Surat Tugas (ST) dan Surat Penetapan Sementara (SPS) oleh Tim Seleksi DPP Partai Golkar pada 4-6 Juni 2020.

Kemudian, konsolidasi koalisi lintas parpol pendukung dan simulasi akhir bakal pasangan calon yang dilakukan dari 8 Juni sampai 24 Juli. Setelah itu, fit and proper test dan survei terhadap 2-3 nama bakal calon. Kemudian, dilanjutkan dengan penyampaian hasil survei pada Agustus dan penetapan pasangan calon pada 1-3 September 2020.

“Golkar sesuai dengan amanah dari DPP, harus ikut berkompetisi dalam Pilkada. Dan harus mencalonkan kadernya. Baik sebagai bupati ataupun sebagai wakil bupati. Siapa yang ditetapkan Golkar, itu kita lihat nanti, hasil keputusan DPP Partai Golkar. Sebab, Partai Golkar menentukan pasangan calon itu berdasarkan hasil survei lapangan. Yang disurvei, bukan hanya kader Golkar. Tapi, seluruh kandidat yang muncul di kabupaten untuk jadi bupati,” kata Datuak Safar yang kini menjabat anggota DPRD Sumbar.

Datuak Safar mengaku juga belum pernah berkomunikasi dengan PDIP terkait arah koalisi dalam Pilkada 2020. “Terkait komunikasi untuk persiapan koalisi. Golkar sudah berkomunikasi dengan Demokrat, PAN, PPP, NasDem, dan PKB. Baru itu, Golkar membangun komunikasi. Dengan partai lain belum,” kata Safaruddin Dt Bandaro Rajo. (frv)