Hidayat: Tak Respons Berlebihan, Gerinda Hormati Proses Hukum

74

Kader Partai Gerindra, Hidayat menegaskan, gelar perkara kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Anggota DPR RI, Mulyadi, di Mabes Polri yang kemudian berujung penetapan Indra Catri sebagai tersangka, menimbulkan spekulasi yang beragam.

“Ya, ini yang mencurigakan. Kok hal seperti ini, dugaan ujaran kebencian harus gelar perkaranya di Bareskrim Mabes Polri. Kecuali, ada dugaan kerugian negara ratusan miliar misalnya. Melibatkan, banyak orang. Mungkin gelar perkaranya, di tingkat Mabes. Ini kan, saya pikir tidak perlu. Ini, jadi menimbulkan pertanyaan lanjutan. Persoalan ecek-ecek, kecil seperti ini yang seyogianya bisa dimusyawarahkan,” ungkap Sekretaris Pemenangan Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dan Indra Catri, Kamis (13/08/2020).

Menurut Hidayat, penetapan tersangka terhadap Indra Catri oleh kepolisian, cukup mengagetkan kader Partai Gerindra. Meski mengundang banyak spekulasi bahkan banyak yang menilai proses penetapan tersangka jelang pendaftaran di KPU bermuatan politis, namun kader Gerindra tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Kami, menyerahkan sepenuhnya kepada pemimpin baik di tingkat DPD maupun DPP untuk mengambil langkah-langkah strategis dan taktis dalam menyelesaikan persoalan ini,” tutur Hidayat.

Sebagai seorang kader dan kebetulan juga duduk di kepengurusan partai, Hidayat mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Tidak berkomentar yang macam-macam yang kemudian bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan baru.

Baca Juga:  Temu Kaukus Perempuan, Nevi Sampaikan Pentingnya Perempuan di Parlemen

“Pada awalnya, di internal kami proses seleksi, proses penentuan bakal calon dalam hal ini mekanisme tahapan, termasuk juga persoalan yang terkait dengan hukumnya, sudah melalui kajian. Nah, ini memang agak sedikit menjadi pertanyaan dan respons beragam dari kader. Ini kenapa kejadian seperti itu. Kita menyayangkan Polda merilis penetapan tersangka itu, dalam kondisi percaturan Pilkada Sumbar. Meski demikian, kita tetap hormati proses hukum. Sekali lagi, kami minta seluruh kader dan simpatisan hingga pendukung untuk menahan diri. Pak Prabowo Subianto mengajarkan kita untuk tidak perlu grasa-grusu, tidak perlu terlalu respons terkait persoalan-persoalan yang tidak produktif,” tegas Hidayat.

Hidayat menyatakan, meski saat ini Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka, namun sebagai pengusung Nasrul Abit-Indra Catri, seluruh kader tetap bangga. Karena persoalan yang menjerat Indra Catri, bukanlah persoalan tindak pidana korupsi ataupun persoalan amoral.

Di setiap Pilkada, partai Gerindra kata Hidayat, memiliki pemikiran, Pilkada adalah ajangnya tarung ide dan gagasan. Pertarungan bagaimana menyikapi problem atau dinamika yang ada di Sumbar. Termasuk juga apa solusi yang ditawarkannya.

“Dan itu, bisa kami implementasikan. Kalau hanya memilih kepala daerah berdasarkan kesantunan, dia membawa bantuan, senyum sana senyum sini, saya pikir itu tidak akan menjawab pertanyaan yang sedang dihadapi masyarakat, terutama dalam keadaan saat ini, pandemi Covid-19,” tandas Hidayat. (rel/bis)