Pilpres 2024 Spesial, Andri: Tak Ada Partai, Erick Thohir Punya Kartu As

72

Pemikiran dan gagasan Erick Thohir dikupas dalam diskusi yang digelar komunitas Gerakan Transformasi Indonesia (GET One) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum sekaligus inisiator GET One Lukman Edy di Basko Hotel Padang, Kamis (17/2/22) mala.

Ada tiga pembicara yang membeberkan figur Erick Thohir dengan berbagai sudut pandang. Ketiganya adalah, Nilmaizar, mantan pelatih Semen Padang dan Timnas, Pengamat Politik dari Universitas Andalas Andri Rusta dan Wartawan Senior Adrian Tuswandi.

Andri Rusta mengatakan Erick Thohir merupakan sosok fenomenal dan figur yang memiliki popularitas tinggii di semua kalangan, bahkan kalangan milenial sebagai penerus bangsa.

Menurut Andri yang juga seorang akademisi dan Direktur Lembaga Survei Spektrum Politika, nama Erick Thohir saat ini ada di posisi 15 besar kandidat calon presiden 2024. Secara popularitas dan elektabilitas sudah bagus.

“Ada empat kriteria figur yang diinginkan di Sumatera Barat ini, Takah, Tokoh, Tampang dan Tas. Artinya sosok yang memiliki daya tarik secara personal dan secara profesional kinerjanya, dan ‘tas’ itu artinya punya kemampuan finansial yang nantinya bisa mendukung pembangunan Sumbar,” ujarnya.

Menurutnya, Pilpres 2024 akan jadi momen spesial karena tidak akan ada incumbent. Bakal muncul sosok baru calon presiden yang akan bertarung.

“Meski Erick Thohir tidak punya partai, tapi ia punya kartu As yaitu elektabilitas dan popularitas yang patut diperhitungkan. Karena itu, jika partai berkoalisi maka akan dicari tokoh yang punya elektabilitas tinggi, dan Erick salah satu pilihan yang tepat,” tegas Andri.

Diungkapkan Andri bahwa untuk “mengambil hati” masyarakat Sumbar, tidak perlu grasak-grusuk, karena orang Sumbar punya pemikiran rasional yang tinggi. Artinya akan melihat sosok calon pemimpinnya berdasarkan kinerja yang bagus dan punya gebrakan di Sumbar.

Baca Juga:  Deklarasi Prabowo Presiden Bergema dari Sumbar hingga Tangerang Raya

Sumatera Barat atau ranah Minang yang dikenal sebagai gudangnya pemikir-pemikir hebat yang memiliki DNA intelektual menjadi salah satu alasan dipilihnya untuk pertama kali di Indonesia digelarnya diskusi mengangkat tema “Pemikiran dan Gagasan Erick Thohir untuk Indonesia dari Ranah Minang” oleh Gerakan Transformasi Indonesia (GET ONE).

Ketua Umum GET ONE, Lukman Edy saat mengantarkan diskusi mengatakan, bahwa Erick Thohir yang saat ini menjabat Menteri Negara BUMN, dalam pengambilan kebijakan membedakan tiga hal, yakni memastikan dasar-dasar membangun Indonesia ke depan. Kemudian core value-nya adalah akhlak sebagai dasar dalam mengambil kebijakan membangun BUMN di Indonesia.

“Lalu kenapa dimulai dari ranah Minang, karena orang Minang adalah orang yang kritis dan cerdas,” ucap Lukman Edy.

Sementara itu Nilmaizar mengaku mulai kecantol sama Erick Thohir sejak membeli saham Inter Milan. “Karena latar saya sepakbola, saya sangat salut apa yang dilakukan oleh Bapak Erick Thohir. Jika pola kepemimpinannya diterapkan di sepakbola, para pemain dan pelatih pasti senang dan sejahtera,” kata Nilmaizar dalam diskusi yang langsung dipandu Lukman Edy.

Lalu apa pentingnya olahraga khususnya sepakbola untuk Indonesia? Singkat saja Nilmaizar menjawab, “Di olahraga itu ada kejujuran, sportivitas apalagi disiplin. Ini nilai-nilai yang sangat penting dalam membangun Indonesia,” ucap Nilmaizar.

Ditambahkan Lukman Edy, Erick Thohir memiliki lompatan-lompatan pemikiran yang out of the box. Lihat saja bagaimana Erick Thohir menggabungkan bank syariah di Indonesia menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) sehingga menjadi bank syariah terbesar di dunia.

“Belum lagi bila kita melihat Sirkuit Mandalika. Satu kali tendang, langsung tiga gol. Olahraga dapat, wisata dapat dan perekonomian juga dapat,” ungkap Lukman Edy.(rel)