Politisi Demokrat Sumbang APD Tenaga Medis dari Dua Tahun Gaji di DPR

Ketua DPD Demokrat Sumbar Mulyadi serahkan APD kepada Direktur RSAM Bukittinggi, Sabtu (18/4). (Foto: Humas DPD Demokrat)

Anggota DPR RI Mulyadi terus membantu Sumbar yang kini sedang didera wabah Covid-19. Kasus pasien positif terus meningkat sehingga butuh banyak alat pelindung diri (APD) untuk menangani pasien tersebut.

Sabtu (18/4) pagi Mulyadi datang dan menyerahkan langsung bantuan pribadinya untuk pelindung diri tenaga medis, yang diterima Direktur Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dr. Khairul Said.

Bantuan berupa 300 pcs APD berupa baju hazmat, 2.000 masker bedah, 500 botol hand sanitizer dan kacamata medis 150 buah. Seluruh bantuan tersebut langsung ada barangnya dan dimasukkan ke gudang RSAM.

“Saya betul-betul sedih mendengar APD untuk tenaga medis yang jumlahnya terbatas, makanya saya prioritaskan ini, supaya tenaga medis dapat menolong banyak masyarakat yang terpapar Covid 19,” kata Mulyadi didampingi sejumlah kader Partai Demokrat.

Aksi nyata bantuan APD dari Mulyadi ini merupakan sebagian dari bantuan besar yang sudah disiapkan. Totalnya 1.000 APD beserta kacamatanya, 25 ribu masker, 10.000 botol hand sanitizer 100 ml.

Semua bantuan itu, katanya berasal dari gaji selama dua tahun di DPR RI yang akan dibagikan juga ke puskesmas dan masyarakat.

Menurut Mulyadi, dirinya sengaja pulang ke Sumbar menyerahkan bantuan sekaligus ingin mendapatkan masukan masyarakat tentang penanganan Covid-19. Lalu, bagaimana pula persiapan kabupaten/kota jelasng penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disetujui Menteri Kesehatan.

“Alhamdulillah setelah diam di rumah sekitar 15 hari, saya tetap sehat. Karena itu, saya pulang ke Sumbar, saya rindu dunsanak dan kuliner Minang,” kata Mulyadi, yang bakal maju menjadi calon Gubernur Sumbar itu.

Dari aspirasi yang diserap, persoalan menonjol yang dilaporkan masyarakat kepada Mulyadi adalah tentang pendataan warga terdampak Covid-19. Ini berkaitan dengan bantuan pemerintah, termasuk adanya BLT dana desa nantinya.
Karena itu, Mulyadi mendorong pemkab dan pemko maksimal melakukan pendataan, sehingga tidak ada warga terdampak Covid-19 yang luput dari bantuan.(rel/esg)