Suhatri Bur Pemimpin Ikhlas yang Bersemangat dan Bermasyarakat

13
Suhatri Bur. (Foto: IST)

”Seorang pemimpin haruslah bersikap ikhlas, peduli dan semangat”. Pemahaman inilah yang tertanam kokoh dalam diri Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur. Tak heran, apabila ia selalu hadir di tengah masyarakat Padangpariaman hingga dini hari. Benarkah begitu?

Jika melihat fisik Suhatri Bur, sangat sulit dipercaya ayah empat anak itu mampu gesit di lapangan. Namun kenyataannya berbeda, kelincahan Suhatri Bur tak ubahnya dengan Ali Mukhni. Ia mampu menghabiskan seharian waktunya mengunjungi masyarakat hingga pelosok Padangpariaman.

Terlebih memasuki masa new normal ini, Suhatri Bur semakin tampak gigih bekerja di lapangan. Baginya, di masa new normal ini mengunjungi masyarakat sangatlah penting. Sehingga, ia bisa memberikan pemahaman kepada warga, bahwa new normal bukan berarti sepenuhnya bebas dalam beraktivitas.

”Harus lebih semangat melayani masyakat. Apalagi di masa new normal ini, masyarakat lebih membutuhkan perhatian pemerintah. Banyak aspirasi yang harus didengar di masyarakat,” ujar Wabup bergelar Datuak Putiah tersebut, kemarin.

Bahkan, sekarang Suhatri Bur kembali beraktivitas seperti masa sebelum pandemi Covid-19. Ia berdiskusi dan bersosialisasi dengan mangunjungi warganya hingga dini hari. ”Ini sudah tanggung jawab Aciak (Suhatri Bur menyebutkan dirinya, red). Jadi Aciak harus melakukan itu,” kata Wabup kelahiran 11 Oktober 1970 tersebut.

Kebiasaan Suhatri Bur berkunjung ke masyarakat, memang terlihat biasa saja dilakukan seorang pemimpin. Bedanya, ia mampu meninggalkan rasa kedekatan kepada setiap warga yang ditemuinya. Tak heran, apabila ia sangat jarang disapa bapak oleh warga di Padangpariaman. Masyarakat lebih banyak menyapanya dengan sebutan aciak, kakak, adik, bahkan anak.

”Sebenanya kita di Padangpariaman ini semuanya keluarga. Jadi tidak boleh ada yang membatasi diri. Makanya saya merasa ada yang kurang kalau sehari itu tidak berdiskusi dengan masyarakat,” ujar mantan Wakil Ketua DPP LPM Sumbar itu.

Meskipun kebiasaan itu membuat waktu istirahatnya terkuras, Suhatri Bur mengaku tidak sedikutpun merasa lelah. Sebab, ia yakin Tuhan akan memberikan kesehatan bagi seseorang yang ikhlas dan semangat dalam bekerja. Telebih kegiatan yang dilakukan untuk kemaslahatan masyarakat.

”Apapun pekerjaan kita, apabila bermanfaat untuk banyak orang, insya Allah akan menjadi berkah dan pahala. Salah satunya kesehatan dari Allah SWT yang kita nikmati hingga sekarang ini,” ujar sembari tersenyum kecil. ”Lihat saja tubuh Aciak, malah semakin gemuk,” tambahnya dengan nada bercanda.

Bagi Suhatri Bur, seorang pemimpin harus banyak meluangkan waktu bersama masyarakat. Untuk itu, ia selalu memilih mengisi waktu luangnya berdiskusi guna menampung aspirasi masyarakat. Baik itu di kedai-kedai atau warung, balai pemuda, hingga masjid.

”Sekarang kebiasaan diskusi itu bisa sekaligus Aciak manfaatkan untuk sosialisasi pencegahan Covid-19 ini. Misalnya mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar Ketua Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKMD) Padangpariaman periode 2013-2018 itu.

Selain itu, ia mengaku memang tidak bisa lepas dari kebiasaan mengunjungi masyarakat setiap harinya. Sebab, hanya dengan cara itu ia bisa memastikan kondisi masyarakat Padangpariaman. Terlebih di masa-masa pandemi Covid-19, ia selalu merespons cepat masyarakat yang membutuhkan bantuan.

”Kalau kita ingin menyelesaikan permasalahan masyarakat, cara efektifnya harus mengunjungi langsung. Nah, kondisi pandemic ini kan kita tinggal pakai pelindung dan ikuti protokol kesehatan. Bukan berarti tidak lagi dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Bicara Pilkada

Suhatri Bur yang dipercayai sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Padangpariaman, sudah tentu berpeluang besar menjadi calon bupati (cabup). Terlebih, kini ia diyakini sebagai cabup paling kuat di Padangpariaman.

Menyikapi itu, Suhatri Bur hanya tersenyum kecil. Baginya, memikirkan soal kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) belum menjadi prioritas di masa pandemi ini. ”Kalau persiapan tentu wajib dilakukan. Soalnya, KPU sudah memulai kembali tahapan,” ujarnya.

Suhatri Bur mengatakan, sejak pandemi Covid-19 dirinya bertekad untuk fokus dulu menyelesaikan segala kesulitan yang ada di masyarakat. ”Semuanya sudah ditentukan oleh Allah SWT. Yang terpenting sekarang Aciak harus utamakan amanah, yaitu melayani masyarakat Padangpariaman,” pungkas alumni SMAN 1 Lubukalung itu. (***)