Optimistis Tahapan Berjalan sesuai Jadwal

13
Ketua KPU Pasbar Al Haris. (Foto: IST)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mempunyai strategi untuk menyukseskan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) yang jadwal pemungutan suaranya 9 Desember mendatang. KPU tetap berupaya optimal agar tahapan pilkada berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Ketua KPU Pasbar Al Haris menyebutkan, sejumlah strategi terus dilakukan agar prosesi pilkada berjalan lancar dan sukses. Seperti, sosialisasi di tengah masyarakat dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan. Intinya, keselamatan dan kesehatan menjadi skala prioritas dalam menjalankan tugas komisioner.

“Salah satu yang terpenting dalam menjalankan program tahapan pilkada ini adalah, peran serta masyarakat ikut berpartisipasi menyukseskan pilkada. Salah satu strateginya dengan cara, kami terus menyosialisasikan pemilu ke masyarakat,” kata Alharis saat ditemui Padang Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (19/6).

Menurut dia, selama ini masyarakat dirasakan masih kurang mencermati adanya demokrasi pemilu. Untuk itu, ke depan diharapkan saling mencermati agar pilkada yang sudah kembali dimulai tahapan pilkadanya, berjalan lancar.

Saat ini tahapan yang akan berlangsung adalah verifikasi faktual calon perseorangan dari 24 Juni sampai dengan 12 Juli mendatang. Kemudian, untuk pilkada serentak 2020 yang saat ini masih virus korona, ada penambahan anggaran untuk menyukseskan pilkada tersebut.

Pasalnya dalam suasana pandemi Covid-19 itu, ada protokol kesehatan yang harus dilaksanakan penyelenggara selama tahapan. Sehingga, ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan. Sementara, sebelumnya tidak ada dianggarkan pada anggaran sebelumnya.

Penambahan anggaran itu untuk mengadakan alat pelindung diri (APD), hingga peralatan kesehatan lainnya untuk personel KPU, PPK, PPS, KPPS dan PPDP. Sumber dananya itu sudah ada informasi dari KPU RI diambil anggarannya dari APBN.

Secara teknis penambahan anggaran itu bukan dialokasikan untuk biaya logistik pemilu, namun untuk menyediakan sarana dan prasarana kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus korona.

“Selama masa tahapan pilkada Covid-19 masih berlalu, tentu petugas di lapangan sangat membutuhkan APD dan peralatan kesehatan lainnya. Apalagi, sejak 15 Juni 2020 lalu tahapan pilkada sudah dimulai,” sebutnya.

Untuk anggaran yang diterima baru anggaran 2019 sekitar Rp 350 juta dan anggaran 2020 tahap I sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan anggaran tahap II dan tahap III belum ada direalisasikan. Untuk kebutuhan APD itu dananya mencapai Rp 6 miliar lebih.

Selanjutnya, selama ini pihaknya telah selesai melakukan verifikasi administrasi sebanyak 24.430 berkas yang diserahkan satu bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah yang maju melalui jalur perseorangan.

Verifikasi administrasi tersebut dilaksanakan di Hotel Guchi, Pasbar melibatkan Bawaslu dan pihak lainnya. KPU Pasbar telah melakukan verifikasi administrasi dengan mencocokkan antara data KTP yang diserahkan dengan formulir B.1-KWK (formulir pernyataan dukungan) dan formulir B.1.1-KWK (rekapitulasi dukungan dalam aplikasi Silon. Kemudian, pihaknya juga masih menunggu penerimaan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dari Kemendagri.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah menerima dana sekitar Rp 25 miliar lebih untuk penyelenggaraan Pilkada 2020 dari Pemkab setempat. Dana hibah ini diperuntukkan dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 mendatang.

“Ya, alhamdulillah dari R p31 miliar yang kita usulkan itu, sebanyak Rp 25.470.050.000 yang diberikan. Anggaran itu akan dimaksimalkan penggunaannya dan sesuai program, serta tahapan yang ada,” tambahnya.

Dana tersebut untuk estimasi pilkada dua putaran. Sedangkan dana hibah untuk di tahun 2019 sudah diserahkan dan sudah digunakan oleh KPU untuk kegiatan saat ini sesuai tahapan.

“Tentunya dengan dana hibah untuk anggaran tahun 2020 sudah mempertimbangkan dua putaran, sesuai amanat undang-undang pemilu kepala daerah. Kami yakin, pilkada Pasbar berjalan lancar dalam satu putaran,” katanya.

Menurutnya, pilkada adalah proses demokrasi untuk mendapatkan kepala daerah yang akan memimpin suatu daerah dalam periode tertentu. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku saat ini.

Dijelaskannya, dari data pada pilkada 2015 lalu dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 247.460 dengan laki-laki 123.136 jiwa dan 124.136 jiwa perempuan dengan 806 TPS. Untuk pilkada nanti, pihaknya memiliki rancangan ada 887 TPS kalau tidak ada Covid-19. Karena mengikuti protokoler kesehatan jumlahnya menjadi 1.304 TPS. Sedangkan pemilu legislatif lalu hanya 1.206 TPS.

Sekadar diketahui, pemungutan suara pilkada Pasbar dilakukan pada Rabu (9/12/2015) lalu. Pada pemilukada pasangan Almarhum Syahiran-Yulianto yang memiliki nomor urut tiga dan diberi sebutan SAIYO terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.

Hal itu berdasarkan rapat pleno terbuka KPUD Pasbar tentang penetapan pasangan calon terpilih pada pemilu bupati/ wakil bupati Pasbar pada periode 2016-2021 (Selasa, 22 Desember 2105).

Pasangan SAIYO ini menggandeng roda partai dari Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Total suara sebanyak 60.561 atau 38,64 persen dari tiga pasangan calon, yakni Zulkenedi Said-Risnawanto dan Hamsuardi-Kartuni. (roy)