Ketua DPRD Dharmasraya Temu Ramah dengan Warga Nagari Sei Langkok

112
Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto, bertemu warga di Nagari Sei Langkok Kecamatan Tiumang, Minggu (21/6/2020). (Foto: Zulfia Anita-Padang Ekspres)

Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto, kembali menjemput aspirasi warganya. Kali ini, Pariyanto menemui kepala jorong, gapoktan dan kelompok tani di Nagari Sei Langkok Kecamatan Tiumang, Minggu (21/6/2020).

Kedatangannya ke daerah itu untuk menyerap aspirasi masyarakat di sana ditemani Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Syamsul. Menariknya, silaturahmi itu berlangsung di areal kebun sawit dalam suasana yang penuh keakraban.

Dari pertemuan itu Pariyanto mendapat banyak aspirasi dan masukan dari masyarakat. Terutama soal, kegiatan rehabilitasi irigasi sekunder yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) V dan pengerjaan irigasi primer yang rencananya akan dimulai pada Agustus depan.

Politikus PDI-P ini menjelaskan, bahwa tidak ada masalah dalam pelaksanaan rehabilitasi irigasi sekunder tersebut. Rencananya pengerjaannya akan selesai akhir bulan ini, sehingga tidak mengganggu aktifitas petani.

Begitu juga kata Pariyanto sekaitan dengan pengerjaan rehabilitasi saluran primer, yang akan dimulai pada Agustus depan. Karena selama pengerjaan rehabilitasi saluran primer itu, maka air yang ada di irigasi sementara akan dikeringkan. “Untuk persoalan ini, solusinya petani nanti akan dialihkan untuk menanam jagung. Pemkab Dharmasraya sudah mengalokasikan bibit jagung untuk didistribusikan kepada masyarakat secara gratis, sehingga petani masih bisa bercocok tanam,” jelasnya.

Salah seorang petani, Tarno mengucapkan terima kasih kepada ketua DPRD Dharmasraya. “Saya sangat apresiasi sekali dengan blusukan yang dilakukan ketua DPRD. Ketua DPRD langsung terjun ke lapangan, menanyakan keluhan dan aspirasi warga sekaligus memberikan solusinya. Ke depan kami berharap kegiatan tetap berlanjut,” harap Tarno.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Syamsul mengatakan, persoalan petani terkait adanya kekhawatiran dengan pengerjaan rehabilitasi saluran sekunder dan primer tersebut sudah ditindakanjuti Pemkab dan DPRD Dharmasraya.

“Tidak ada masalah. Artinya, rehabilitasi tersebut tidak menganggu aktifitas petani. Dan khusus untuk perbaikan saluran primer yang akan dilakukan mulai bulan Agustus hingga Desember sehingga air irigasi akan dikeringkan sementara, Pemkab Dharmasraya sudah mengalokasikan bibit jagung yang diperuntukan kepada 2.500 hektare lahan. Sebagian sudah diberikan gratis kepada masyarakat. Tiga atau empat bulan kemudian bisa dipanen. Petani juga bisa menyiasati dengan tanaman lainnya. Nanti jika irigasi ini selesai, petani bisa kembali ke sawah,” pungkasnya. (ita)