Golkar Usung Fakhrizal-Genius di Pilgub, Menanti Nasdem dan PKB

Fakhrizal didampingi Genius Umar menggelar konferensi pers di Posko Jalan Raden Saleh, Senin sore (27/7/2020).

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memutuskan Fakhrizal-Genius sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung pada Pilkada Sumbar 9 Desember 2020.

Surat keputusan DPP Partai Golkar ditandatangani Ketua Umum Airlangga Hartato dan Sekjen Loedewijk F Paulus dengan nomor 225/SKEP Partai Golkar tertanggal 19 Agustus 2020.

Genius Umar ketika dikonfirmasi terkait keputusan itu mengatakan siap menjalankan perintah Partai Golkar dan parpol koalisi baru untuk mewujudkan Sumbar maju.

“Allhamdulillah Ketum dan Sekjen DPP Partai Golkar telah menerbitkan surat keputusan tentang pasangan calon Golkar untuk Pilkada Sumbar. Insya Allah ini tantangan yang siap kita menangkan dengan spirit fighter untuk Sumbar maju dan terbaik,” ungkap Genius Umar, Jumat (21/8/2020).

Sebelumnya, Fakhrizal-Genius yang merupakan pasangan jenderal polisi berbintang dua asal Agam dan Wali Kota Pariaman ini mendaftar ke koalisi poros baru bentukan Golkar, Nasdem dan PKB.

Golkar memiliki delapan kursi di DPRD Sumbar sehingga membutuhkan lima kursi lagi untuk bisa mendaftarkan pasangan calon ke KPU Sumbar.

Jika Nasdem yang memiliki 3 kursi dan PKB 3 kursi juga memutuskan mengusung pasangan ini, maka jumlah kursi melebihi syarat yang ditetapkan yakni 13 kursi.

“Kami, saya dan Pak Fakhrizal juga terus melakukan pendekatan dan pembicaraan dengan teman-teman di Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa dan juga PDI Perjuangan. Harus ada dua atau tiga parpol lagi. Kami berharap keputusannya terbit juga dari PKB dan Partai Nasdem serta PDI Perjuangan. Kalau ini terjadi maka poros baru siap mendaftar ke KPU Sumbar di hari akhir pendaftaran yaitu 6 September,” jelas Genius Umar yang dinilai sukses dalam memimpin Kota Pariaman ini.

Saat ini, pasangan calon yang sudah ada adalah Mulyadi-Ali Mukhni, Mahyeldi-Audy dan Nasrul Abit-Indra Catri.

Sementara itu juru bicara Partai Golkar Sumbar Agus Wanto menyebutkan, Fakhrizal-Genius Umar telah memiliki dukungan riil dari masyarakat Sumbar. Bahkan, bentuk pernyataan dukungan masyarakat secara tertulis yang telah diverifikasi faktual oleh KPU Provinsi Sumbar berjumlah 130.258 pemilih.

“Dengan awal dukungan yang besar itu dan satu-satunya calon yang telah dipilih oleh masyarakat secara terbuka sebelum hari pencoblosan 9 Desember 2020, maka pasangan Fakhrizal-Genius mantap maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar pada kontestasi Pilkada 2020. Fakhrizal-Genius, Sumbar maju,” ujar Agus Wanto.

Baca Juga:  Pilkada Tetap 9 Desember, KPI-SPS Dorong Sosialisasi Masif di Media

Keputusan DPP Golkar tersebut langsung disambut antusias pada relawan dan pendukungnya di Sumbar. Mereka berharap Nasdem dan PKB juga segera menetapkan pasangan yang telah memiliki dukungan riil dari masyarakat ketika sebelumnya maju di jalur independen.

“Allhamdulillah terima kasih Pak Airlangga telah memberikan keputusan kepada pasangan Fakhrizal-Genius yang juga paslon independen dengan ratusan ribu pendukungnya,”ujar Kordinator Garis Depan Fakhrizal (Garda-F) Ade Suharmansyah setelah mendapat informasi Fakrizal-Genius sudah direstui DPP Partai Golkar maju ke Pilkada Sumbar 2020.

Sebelum koalisi poros baru terbentuk, Partai Nasdem juga memberi sinyal kepada Fakhrizal. Ketua DPW Nasdem Sumbar Hendrajoni mengatakan, partainya sampai saat ini belum memiliki calon yang akan diusung untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar mendatang.

Jika ingin mengusung calon, Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain karena kursi untuk mendaftarkan pasangan calon sendiri tidak cukup.

Sejauh ini, Hendrajoni melihat sosok Fakhrizal merupakan calon potensial yang bisa saja diusung koalisi Nasdem bersama partai lainnya yang belum memiliki calon menuju Pilgub Sumbar. Misalnya, kata dia, Nasdem yang memiliki 3 kursi, berkoalisi dengan Golkar 8 kursi dan PKB 3 kursi. Totalnya melebihi syarat minimal 13 kursi.

Ia menilai, Fakhrizal sudah ada pendukung riil yang dibuktikan dalam bentuk ratusan ribu fotokopi KTP yang dijadikan syarat saat maju di pencalonan independen dan dikumpulkan timnya di Sumbar.

Modal itu jadi basis dukungan untuk mengembangkan tambahan pemilih di pilkada nanti jika Fakhrizal maju lewat partai. Belum lagi banyak potensi simpatisannya yang tak sempat  menyerahkan KTP dukungan dan pemilih mengambang.

“Pendukung riil beliau (Fakhrizal, red) kan banyak. Maka, Pak Fakhrizal bila tak jadi di pencalonan independen, bisa saja maju lewat partai. Jika partai lain yang belum ada calon, misalnya Golkar dan PKB berkoalisi mengusung beliau jadi calon, Nasdem bergabung dan mengusulkannya ke DPP,” kata Hendrajoni pada Juli lalu. (idr/rel)