Andre Rosiade: Pilkada Ditunda atau Tidak, Kader Gerindra harus Siap

30
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade meminta semua kader patai tak terlalu ambil pusing dengan ditunda atau tidaknya Pilkada serentak 2020. Yang penting, semua pasangan calon, kader dan simpatisan harus siap kapanpun Pilkada digelar.

“Kami banyak menerima telepon, WA dan lainnya terkait kemungkinan ditundanya Pilkada karena kasus corona semakin meningkat. Sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari pemerintah, kami juga sedang menunggu,” kata anggota DPR RI asal Sumbar ini, Senin (21/9).

Andre Rosiade yakin, setelah pandemi sejak 6 bulan lalu, masyarakat sudah sangat paham tentang protokol kesehatan (Prokes). Tentunya, hal itu akan terus berlangsung saat kampanye dan juga pencoblosan. Tapi tentunya penyelenggara harus terus melakukan sosialisasi terkait Pilkada di tengah pandemi. Jangan sampai, malah terjadi yang dikhawatirkan, cluster Pilkada.

“Kami yakin para kandidat yang diusung Gerindra sudah sangat siap menyampaikan program-programnya meski dalam situasi pandemi. Apalagi sudah ada deklarasi Pilkada sesuai protokol kesehatan yang digelar KPU dan Polri pekan lalu. Kandidat Gerindra menjadi calon yang serius, karena datang lengkap dan tepat waktu. Jadi, kami tak terlalu meributkan ditunda atau tidak,” kata ketua harian DPP IKM ini.

Baca Juga:  Jika Terkait Petahana, Aparat Sungkan Bubarkan Pelanggaran Prokes

Ditunda atau tidak, kata Andre, tentu punya konsekuensinya masing-masing. Kalau tidak ditunda, ada kekhawatiran akan terjadi perluasan penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan Pilkada. Karena itu dilarang melakukan pengumpulan massa saat kampanye dan digantikan dengan kampanye digital atau online.

“Kalau ditunda, tentu akan membuat waktu semakin panjang dan memberatkan bagi para kandidat. Meski tidak dapat dipastikan juga, apakah saat ditunda pandemi sudah benar-benar berakhir. Jadi, semua tentu ada konsekuensinya. Kami minta para kader Gerindra siap menjalaninya,” kata Andre yang tak terlalu mempermasalahkan ditunda atau tidaknya Pilkada.

Sebelumnya Presiden Jokowi menegaskan bahwa tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah akan tetap dilaksanakan meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Pernyataan sikap Jokowi tersebut disampaikan Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman lewat siaran pers, Senin (21/9).

Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemungutan suara pilkada di 270 daerah akan tetap dilaksanakan serentak. “Pilkada 2020 tetap sesuai jadwal, 9 Desember 2020, demi menjaga hak konstitusi rakyat, hak dipilih dan hak memilih,” kata Fadjroel. (*)