Nevi Berkurban di Delapan Kabupaten dan Kota, Salurkan di 100 Titik

23

Anggota legislatif asal Sumatera Barat II, Nevi Zuairina kembali melakukan kegiatan saat Idul Adha, yakni berkurban di delapan kabupaten dan kota yang masuk daerah pemilihannya.

Kali ini, ia berkurban di 100 titik  yang tersebar di Pasaman, Limapuluh Kota, Padangpariaman, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi dan Payakumbuh.

“Saya tahun ini mengikuti program DPP PKS yang akan menyebarkan 1 juta paket kurban seluruh Indonesia. Selain yang sudah dilakukan oleh struktur PKS mulai dari DPP, DPW, DPD hingga DPC di setiap wilayah dan daerah, saya juga turut serta menyalurkan di 100 titik lokasi penyembelihan kambing,” ungkap Nevi.

Politisi PKS ini merasa sangat antusias untuk memberi kontribusi kepada masyarakat. Apalagi tahun ini merupakan masih tahun yang berat bagi rakyat Indonesia. Pandemi Covid-19 semakin berat ujiannya. Bahkan, ibadah haji tahun ini rakyat Indonesia kembali tidak dapat berangkat ke tanah suci.


Nevi menambahkan, meskipun tahun ini tidak ada haji, tapi semangat warga berkurban sangat besar. Antusiasme ini, selain untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, juga meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

“Alhamdulillah, berkurban tahun ini masih mendapat dukungan dari masyarakat mulai relawan hingga masyarakat penerima yang dilakukan dengan tertib sesuai protokol kesehatan. Tidak menimbulkan kerumunan, tapi tetap efektif berjalan baik proses kurban, pengemasan hingga distribusinya,” kata Nevi.

Baca Juga:  Apresiasi Sembako JPS, Rezka Minta Pemda Fokus & Taktis Atasi Pandemi

Di sela prosesi pemotongan kurban, Nevi sempat menyampaikan bahwa yang Allah harap bukanlah daging dan darah kurban tersebut karena Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu. Yang Allah harapkan dari kurban tersebut adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih.

“Allah katakan (yang artinya), “ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berkurban demi keikhlasan, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan,” jelas Nevi.

Anggota DPR yang duduk di Komisi VI ini menyampaikan, kurban salah satu wujud kesempurnaan agama Islam sebagai agama Rahmatan lil’alamin, penebar rahmat universal.  Kurban juga salah satu furqan, pembeda, penegas keunikan dan keunggulan Islam, karenanya, kurban selain ibadah juga berperan sebagai syiar Islam. Karenanya, kurban layak menjadi instrumen pembangun peradaban.

“Saya berharap semua tidak kehilangan momen berkurban tahun 2021 ini, meski pandemi makin memuncak. Di momen.yang sakral ini, mari kita semua berdoa kepada yang Mahakuasa, di hari-hari suci Idul Adha, kita meminta Allah segera mengangkat pandemi Covid-19 dari dunia ini, terutama dari Negara tercinta, Indonesia,” ucapnya.(rel)