Cari Solusi Agar Kebutuhan APD Terpenuhi

14
Ketua KPU Padangpariaman, Zulnaidi. (net)

Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) sudah kembali dimulai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padangpariaman.

Namun, kondisi pandemi Covid-19 saat ini, membuat penyelenggara pemilu tersebut berpikir keras. Terutama, soal pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD).

KPU Padangpariaman mengestimasi kebutuhan APD-nya mencapai Rp 5 miliar. Kekurangan anggaran itu tentunya tidak sedikit.

Terlebih, sejak awal mereka memang sudah minim budgeting. Namun, kondisi itu tidak dijadikan penghalang memulai bekerja. Buktinya, KPU Padangpariaman sudah memulai bekerja sejak 5 Juni 2020.

Meskipun, sampai saat ini pihaknya belum dapat solusi pembelian APD. ”Kami sudah melaksanakan sejumlah rapat plano sejak mulai masuk kantor,” ujar Ketua KPU Padangpariaman, Zulnaidi via telepon pribadinya.

Besok (24/6), pihaknya akan melakukan rapat koordinasi (rakor), sekaligus penyerahan dokumen-dokumen kebutuhan verifikasi. Dua hari berseleng, yakni 26-27 Juni, pihaknya langsung memulai melakukan verifikasi.

”Itu (proses verifikasi, red) selesainya sekitar 2 mingguan. Setelah itu, baru ditetapkan hasil verifikasi. Dan di bulan Juli depan, kita juga sudah mulai melakukan pendataan pemilih,” katanya.

Karena tahapan pilkada ini dilakukan dalam kondisi pandemi, pihaknya diwajibkan memenuhi standar protokol kesehatan. Jadi perugas yang turun, wajib menggunakan APD lengkap. Begitupun saat pelaksanaan pemungutan suara.

”Perhitungan sementara kami, kebutuhan anggaran untuk (APD, red) itu mencapai sekitar Rp 5 miliar. Jika tidak ada anggaran, ini tentu bisa jadi permasalahan karena APD tidak ada,” hematnya.

Sekarang saja, imbuh Zulnaidi, untuk menutupi kekurangan anggaran di KPU Padangpariaman, pihaknya sudah melakukan rasionalisasi. Sehingga, banyak kegiatan yang ditiadakan, seperti rakor, perjalanan dinas, bimbingan teknis, sosialisasi, dan beberapa kegiatan kampanye.

”Penghematan ini baru mampu mengisi kekurangan anggaran sekitar Rp 5 miliar di KPU Padangpariaman. Kami masih defisit anggaran. Jadi tidak ada yang bisa dialokasikan untuk APD,” ungkapnya.

Jika memang daerah tidak bisa menutupi kekurangan anggaran itu, menurutnya harus ada diskusi penyelesaiannya. Misalnya dengan menyepakati untuk melakukan sistem pinjam pakai.

”Contohnya saja thermo gun, dinas kan memiliki alat itu. Jika memang tidak mungkin dibeli, dipinjam pakaikan saja untuk petugas TPS nantinya. Jadi bukan tidak ada solusi kalau semuanya semangat mendukung suksesnya pilkada ini,” pungkasnya.

Tim Tangguh
Zulnaidi juga menekankan bahwa pihaknya ingin membangun tim tangguh dan solid dalam penyelenggaraan pilkada mendatang. Terlebih, amanah melaksanakan pemilihan pilkada 2020 adalah tugas bangsa dan rakyat yang mesti ditunaikan dengan segala daya yang ada.

Dirinya menegaskan itu, sewaktu bimbingan teknis (Bimtek) Tata Kerja untuk PPS yang juga diikuti PPK se-Padangpariaman, pekan lalu. Bimtek berlangsung daring/online dengan memanfaatkan apps Google Meet.

Zulnaidi bersama empat komisioner menjadi narasumber di Kantor KPU, Parikmalintang, sedangkan PPS dan PPK berkumpul dan mengikuti bimtek di kantor camat masing-masing.

Zulnaidi berpesan agar jajaran KPU selaku penyelenggara pilkada membangun sipirit bagaikan satu keluarga yang kompak, menjaga integritas dan tunaikan tugas dengan baik, dengan mengindahkan Protokol Kesehatan Covid-19. (apg)