Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Tertutup Undangan

21
ilustrasi. (net)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar merencanakan hari ini (23/9) menetapkan pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Kegiatan ini dilakukan secara tertutup dalam mengantisipasi terjadinya penyebaran pandemi Covid-19. Bahkan ketika pengambilan nomor urut pasangan calon pada Kamis (24/9) dibatasi secara ketat orang yang hadir.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Sumbar Izwaryani, kemarin (22/9). Menurut dia penetapan ini untuk memastikan keabsahan pasangan calon yang telah mendaftar sebagai pasangan calon di Pilgub Sumbar yang akan digelar pada 9 Desember 2020.
“Setelah kita plenokan, maka akan dilanjutkan tahap selanjutnya yakni penetapan nomor urut pasangan calon di Pilgub Sumbar,” katanya.

Dia juga menyebutkan, tahapan penetapan nomor urut pasangan calon hanya dapat dihadiri 22 orang. Jumlah undangan maksimal 22 orang dan tidak boleh lebih. Dengan rincian, lima orang dari pihak masing-masing pasangan calon kepala daerah. “Ada empat pasangan calon kepala daerah dan total ada 20 orang,” katanya.

Kemudian untuk dua orang lagi berasal dari Bawaslu Sumbar. “Kita pastikan hanya itu jumlah undangan di luar petugas KPU Sumbar dan untuk peliputan dapat dilakukan melalui video streaming,” katanya. “Kita jadwalkan dilakukan pada siang hari, namun jika ada penundaan kita lakukan sore atau malam. Jadwalnya hanya pada 24 September,” katanya.

Baca Juga:  ASN Pasbar Ikrarkan Netral dalam Pilkada

Ia mengatakan, KPU RI menginstruksikan agar KPU daerah tegas dalam membatasi jumlah kehadiran orang. “Kemarin ada berita dari media yakni LO boleh diundang ke penetapan nomor urut dan langsung ditegur oleh KPU RI,” katanya.

Ia mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk memastikan tidak ada penyebaran pandemi Covid-19 di tahapan pilkada Sumbar. “Kita ingin memastikan pelaksanaan tahapan tidak menjadi kluster baru nantinya,” katanya.

Sementara anggota Bawaslu Sumbar Vifner mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah yang diambil KPU Sumbar dalam upaya meminimalkan penyebaran pandemi. “Ini langkah yang diambil KPU, walau hanya dua orang Bawaslu yang diundang itu tidak menjadi persoalan,” katanya. (eko/jpg)