Azre: Cermati Modus Bantuan Covid-19 Boncengi Pilkada Serentak

33
Ilham Aldelano Azre

Akademisi FISIP Unand Ilham Aldelano Azre menyatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan di saat Pilkada Serentak 2020.

“Dua hal itu adalah praktik money politics berupa pemberian uang atau sembako yang dibungkus dengan nama bantuan Covid-19. Ini sangat rentan dimainkan oleh para kontestan,” sebut Azre.

Modus inilah yang perlu dipikirkan oleh penyelenggara pilkada baik oleh KPU maupun Bawaslu. Apakah sudah siap dengan sumberdaya manusia untuk mengawasinya. Seperti apa antisipasi dan sanksi yang benar-benar akan diterapkan.

Kedua, soal partisipasi pemilih. Dirinya sedikit pesimistis akan naiknya tingkat partisipasi pemilih. Pasalnya, masih ada masyarakat yang menilai Pilkada tidak lagi istimewa bagi mereka.

Menurutnya, partisipasi pemilih bisa tinggi jika parpol mampu menghadirkan pasangan calon (paslon) yang bagus, baik dari segi performanya dan aspek kredibilitas paslon maupun aspek lainnya yang bisa membuat masyarakat tertarik pada paslon yang dihadirkan parpol tersebut.

“Apalagi jika hanya muncul dua pasang calon saja yang bertanding. Itu sangat tidak menarik bagi masyarakat kita. Selain itu parpol juga kurang memberikan pendidikan politik pada masyarakat. Parahnya lagi, dalam masa pandemic Covid-19, penyelenggara belum terlihat memberikan rasa aman dan nyaman pada pemilih, yang akan datang ke TPS-TPS,” ujar Azre. (*/hsn)