Mendagri: Jangan Pilih Petahana Kedodoran Hadapi Korona

24
Mendagri Tito Karnavian. (IST)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta masyarakat menjadikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 sebagai momentum mengevaluasi pimpinan di wilayah. Tito mengatakan, kepala daerah yang tak bisa mengatasi pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19) secara efektif sebaiknya tidak dipilih lagi.

”Kepala daerahnya tidak efektif menangani Covid-19, ya, jangan dipilih lagi. Sebab, rakyat membutuhkan kepala daerah yang efektif bisa menangani persoalan Covid-19 di daerah masing-masing berikut dampak sosial ekonominya,” kata Tito di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (21/6) lalu.

Menurut Tito, Pilkada Serentak 2020 tetap akan digelar pada tahun ini meski ada beberapa pihak yang mempersoalkannya. Mantan Kapolri itu pun mengharapkan polemik tentang Pilkada Serentak 2020 tetap digelar tahun ini bisa segera diakhiri. Tito menambahkan, narasi soal pilkada serentak seharusnya bisa diubah. Pilkada, katanya, bisa dijadikan momentum untuk menekan penularan Covid-19. ”Pilkada ini seharusnya mengubah tantangan menjadi peluang. Jadi, ubah tantangan menjadi peluang,” ucap Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menambahkan, pilkada yang dikhawatirkan bakal menjadi media penyebaran Covid-19 harus diubah menjadi sarana untuk menekan penularannya. ”Semua bergerak agar isu yang diangkat dalam kontestasi pilkada tentang penanganan Covid-19. Efektivitas penanganan Covid-19 di daerah itu dan penanganan dampak sosial ekonominya,” ujar dia.

Terlebih lagi, kata dia, banyak calon petahana yang maju dalam Pilkada Serentak 2020 itu. Tito mengharapkan narasi tentang Covid-19 akan memacu calon petahana bekerja lebih giat menanggulangi pandemi itu.

”Kepala daerah akan sangat bersungguh-sungguh apalagi yang akan running lagi. Kenapa, kalau daerahnya merah, apalagi ada korban meninggal dunia itu akan menjadi amunisi bagi kontestan lain yang nonpetahana,” beber Tito. (jpg)