Verifikasi Faktual, KPU Pinjam APD Dinkes

12

KPU Pariaman memulai proses verifikasi faktual mulai tanggal 27 Juni hingga 10 Juli mendatang. Dalam verifikasi faktual ini, petugas pemungutan suara (PPS) langsung mendatangi rumah-rumah warga. Dinas Kesehatan Pariaman bersedia meminjamkan alat pelindung diri (APD).

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi verifikasi faktual untuk pilkada serentak tahun 2020 di aula Pertemuan KPU Pariaman, kemarin (24/6). Ketua KPU Pariaman Aisyah menjelaskan, sesuai  Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020, tahapan pilkada 2020 dilanjutkan kembali tanggal 15 Juni 2020.

”Jumlah pendukung yang akan diverifikasi faktual tersebut kurang lebih 7.335 orang tersebar di 71 desa/ kelurahan di empat kecamatan. Untuk jumlah terbanyak di Kecamatan Pariaman Tengah. Kendala yang dihadapi KPU dalam pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini ialah ketiadaan alat pelindung diri (APD),” terang dia.

Hingga saat ini, tambah dia, APD tersebut belum ada di KPU Kota Pariaman. ”Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pariaman kemarin, alhamdulillah Dinas Kesehatan mau meminjamkan stok APD yang ada sembari menunggu pengadaan dari KPU Sumbar,” ujarnya.

Diperkirakan, sebut Aisyah, sekitar 213 unit face shield dibutuhkan untuk PPS di Kota Pariaman dalam melakukan verifikasi nanti. KPU tidak memakai baju hazmat karna kondisi daerah tidak termasuk zona merah dan kasus Covid-19 nya saat ini nol. ”Tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan, karena kabupaten/ kota tetangga kasusnya masih terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul mengatakan, anggaran untuk menyediakan APD itu sangat besar maka untuk Kota Pariaman sendiri tergantung dengan KPU Provinsi, karena hanya melaksanakan pilgub saja.

Meskipun demikian, peran dinas kesehatan dalam pilkada tersebut sangatlah penting, salah satunya membantu KPU dalam menerapkan protokol kesehatan melalui tenaga medis yang ada. Meski demikian, ia berharap pilkada nanti berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol Covid-19, sehingga sesudah pemilihan tersebut tidak ada muncul kasus positif Covid-19 baru. (nia)