Perkuat Peran Niniak Mamak, Mulyadi Fasilitasi Balai Adat di Nagari 

92

Calon Gubernur Sumbar Mulyadi ingin memperkuat peran niniak mamak dalam lingkungan masyarakat di Ranah Minang. Menurut Mulyadi hal tersebut penting karena niniak mamak punya peran strategis di masyarakat yang telah diakui berabad-abad yang lalu.

Hal itu disampaikan Mulyadi saat bersilaturahmi dengan tokoh dan masyarakat Dharmasraya di Gunung Medan, Sitiung, Minggu (25/10/2020). Mulyadi berkomitmen akan memfasilitasi setiap nagari yang belum memiliki balai adat untuk bisa mempunyai balai adat sendiri.

Dia berharap dengan adanya balai adat, peran dari niniak mamak semakin kuat di tengah masyarakat. “Salah satu yang kami konsep ialah pentingnya Balai Adat bagi nagari-nagari yang belum punya Balai Adat. Agar niniak mamak makin dan tambah perannya di tengah masyarakat,” ucap Mulyadi.

Pria yang pernah menjabat anggota DPR RI dengan suara terbanyak se-Sumbar ini menyebut, Balai Adat merupakan bentuk keberpihakan Mulyadi kepada pemuka adat di Minangkabau yang punya nilai luhur bagi kemaslahatan masyarakat.

Dengan adanya Balai Adat per-nagari akan memudahkan niniak mamak untuk berunding dan duduk bersama, menyelesaikan persoalan masyarakat yang bisa diatasi oleh peran pemuka adat.

“Dengan adanya Balai Adat, niniak mamak bisa bermusyawarah, bisa berunding, sehingga tidak susah lagi bagi niniak mamak untuk mencari tempat untuk memutuskan suatu persoalan. Jika ada pengambilan keputusan strategis bisa dilakukan di sana,” jelasnya.

Baca Juga:  Buya Masoed Abidin Doakan Andre Rosiade jadi Gubernur Sumbar 2024

Dengan begitu, nilai-nilai adat terus berkembang dan budaya Minangkabau yang disiarkan niniak mamak terus berkibar kepada generasi penerus terutama generasi muda.

Pria kelahiran Bukittinggi ini yakin, jika peran pemangku adat makin kuat, maka akan bisa menangkal nilai-nilai yang datang dari luar yang dapat merusak generasi penerus Sumbar. Peran adat penting yang akan menyelesaikan persoalan di luar pendekatan pemerintah atau hukum negara.

“Begitu banyaknya persoalan sosial yang membuat generasi muda kita rapuh. Ini harus kita atasi melalui sinergi bersama para ninik mamak,” tandas Mulyadi.

Salah seorang Ninik Mamak Gunung Medan Nasrul Dt. Sinaro mengapresiasi ide Mulyadi terkait Balai Adat tersebut. Dia menyebut, Balai Adat sangat dibutuhkan oleh ninik mamak di masing-masing nagari di Sumbar untuk berunding dan bermusyawarah mufakat.

“Kami sangat mengapresiasi ide Pak Mulyadi. Memang Balai Adat sangat dibutuhkan saat ini untuk berbagai keperluan terutama untuk musyawarah mufakat, termasuk mengajarkan nilai-nilai budaya Minangkabau kepada generasi muda kita,” ujar Nasrul. (idr)