LKAAM Apresiasi Semua Cagub, Komit Jaga Adat dan Budaya Minang

Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) membedah visi dan misi calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar, Rabu (25/11/2020).

Keempat calon diundang untuk hadir dan dibedah visi misinya tentang adat dan budaya Minangkabau.

Wakil Ketua Umum LKAAM Sumbar Ricky Donals Dt Paduko Marajo menyambut baik kegiatan yang diadakan LKAAM Sumbar tersebut.

Apalagi Gubernur Sumbar yang baru nantinya akan berdampingan dan berjuang bersama seluruh pemangku adat dan datuak guna memajukan Sumbar ke depan.

“Saya selaku Wakil Ketua Umum LKAAM Sumbar menyambut baik acara mendudukan pemimpin Sumbar kemarin. Saya meminta maaf atas ketidakhadiran karena ada acara yang sudah terjadwal di Jakarta,” ungkap Dt Ricky Donals Nazir kepada media, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya semua calon gubernur dan wagub memiliki kemampuan untuk memimpin Sumbar. Ia berharap bisa menjaga serta memajukan budaya dan adat di Minangkabau.

Kepada empat paslon yang hadir di acara LKAAM Sumbar, menurut Dt Ricky strategis sekali dalam menyampaikan komitmen mereka terhadap adat dan budaya Minangkabau.

“Saya sama semangatnya dengan LKAAM Sumbar. Acara kemarin adalah pembuktian LKAAM punya andil dan agenda setting untuk membedah visi misi para calon pemimpin Sumbar yang maju di Pilkada Sumbar 2020,” ujar Dt Ricky Donals.

Baca Juga:  MK Terima Registrasi Gugatan 7 Calon Kepala Daerah di Sumbar

Pengusaha nasional asal Sumbar ini menilai keempat paslon tidak bisa mengenyampingkan peran ninik mamak ketika terpilih menjadi pemimpin daerah nantinya.

“Sumbar itu punya karakteristik pemimpin beda dengan daerah lain. Pemimpin hebat dan cerdas, iya itu pasti, tapi harus membingkainya dengan agama, adat dan budaya yang nafasnya adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Jika tidak, percuma memimpin Sumbar, pasti tidak akan sukses,” ingat Ricky.

Ketum LKAAM Sumbar M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu mengapresiasi kehadiran paslon ke Rumah Gadang LKAAM.

“Tidak ada perbedaan perlakuan kepada keempat paslon. LKAAM itu tempat meneyelesaikan kusuik di pilkada dan tidak berpihak. LKAAM itu di atas keempat paslon,” ujar Dt Sayuti ketika dihubungi, Kamis (26/11/2020).

M Sayuti Dt Rajo Penghulu menegaskan dari paparan semua calon ternyata tidak ada yang mengingkari peran adat, budaya, ABSSBK serta ninik mamak di Sumbar ini. Semuanya komit menjaga.

“Saya apresiasi semua paslon pilkada yang mengatakan bahwa LKAAM sebagai payung panji ninik mamak Minang yang punya peran sangat strategis bagi Sumbar ke depan,” ujar Sayuti.(rel)