Fakhrizal: Sejuta Pun Dukungan Perbaikan, akan Seperti ini juga!

Fakhrizal didampingi Genius Umar menggelar konferensi pers di Posko Jalan Raden Saleh, Senin sore (27/7/2020).

Rupanya tim Fakhrizal-Genius Umar lebih fokus menyiapkan surat gugatan sengketa pilkada kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), ketimbang memenuhi kekurangan dokumen dukungan independen.

Seperti diketahui, rapat pleno hasil rekapitulasi verifikasi faktual syarat dukungan oleh KPU Sumbar, Bapaslon perseorangan Pilgub Sumbar 2020 Fakhrizal-Genius Umar dinyatakan cuma memiliki 130.256 dukungan. Jauh dari target minimal yang disyaratkan yakni; 316.051 dukungan KTP.

“Kita akan mengajukan sengketa besok, Selasa 28 Juli 2020. Malam ini kita siapkan semua syarat formil dan materiilnya. Selasa kita layangkan gugatan ini ke Bawaslu dan DKPP,” ungkap Fakhrizal didampingi Genius Umar, dalam konferensi pers di Posko Jalan Raden Saleh, Senin sore (27/7/2020).

Terkait dukungan perbaikan, dia menjelaskan, pihaknya bersama tim telah mempersiapkan dukungan perbaikan sebanyak 200 ribu. Namun perbaikan dukungan tersebut tidak akan diserahkan ke KPU Sumbar. Pasalnya, pendukung tidak ditemukan (TD) yang jumlahnya sekitar 100 ribu dijadikan oleh KPU Sumbar sebagai Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sehingga minimal dukungan perbaikan yang harus diserahkan sekitar 400 ribu.

“Jadi bukan kita gak menyiapkan, kita sudah siapkan, dan akan diserahkan Senin malam. Tapi tiba-tiba kita mendengar, pendukung yang tidak ditemukan (TD) jumlahnya 100 ribu lebih itu, dijadikan tidak memenuhi syarat (TMS). Berarti kita harus menyiapkan dua kali lipat atau 400 ribu lebih dukungan perbaikan untuk diserahkan kepada KPU Sumbar, agar bisa maju sebagai Bapaslon. Karena keputusan KPU seperti itu, maka kita tidak akan menyerahkan dukungan perbaikan kepada KPU Sumbar,” jelas Fakhrizal.

“Ini tidak mungkin untuk kita bisa menambah dukungan perbaikan selama tiga hari tersebut. Sejuta pun dukungan perbaikan kita serahkan, akan seperti ini juga. Makanya kita akan gugat ke Bawaslu, kemudian ke DKPP. Kita juga akan melapor ke KPU Pusat. Itu langkah kita,” sambung Fakhrizal, tegas.

Di sisi lain, mantan Kapolda Sumbar ini menyatakan untuk maju melalui jalur partai, melihat dulu perkembangan perjuangan mereka di Bawaslu dan DKPP. (hsn)