Mulyadi-Ali Mukhni Kantongi Rekomendasi DPP PAN

MAKIN MENGERUCUT: Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan (dua dari kanan) menyerahkan surat keputusan PAN kepada balon Gubernur Mulyadi didampingi balon Wagub Ali Mukhni dan lainnya, di Jakarta, kemarin.

Peta persaingan menuju Sumbar 1 dan 2 semakin mengerucut. Satu per satu pasangan bakal calon (balon) gubernur yang bertarung dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar 9 Desember mendatang, mulai mengantongi rekomendasi partai politik (parpol).

Kemarin (26/7), giliran pasangan balon gubernur-wakil gubernur Mulyadi-Ali Mukhni mengantongi rekomendasi. Kedua ketua parpol ini, mengantongi rekomendasi dari DPP PAN. Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan menyerahkan rekomendasi di rumahnya, di Jakarta.

”Bismillah, insya Allah menang Pak Mulyadi dan Pak Ali Mukhni,” ucap Zulkifli saat menyerahkan SK kepada Mulyadi. Dalam kesempatan itu, Ali Mukhni didampingi Sekretaris DPW PAN Sumbar Indra Dt Rajo Lelo.

Pasangan Mulyadi-Ali Mukhni ini menjadi pasangan balon pemilik kursi paling banyak di DPRD Sumbar. Berkoalisasinya PAN dengan Demokrat, menjadikan pasangan ini mengantongi 20 kursi (PAN 10 dan Demokrat 10). Terbanyak, sejauh ini dibandingkan pasangan lainnya.

Kursi minimal untuk bisa mengantongi tiket menuju Pilgub Sumbar 2020, minimal harus mengantongi 13 kursi. Artinya, Mulyadi-Ali Mukhni di atas kertas berpeluang besar mengantongi tiket ”jumbo” berlaga dalam pilgub Sumbar mendatang.

”Terima kasih Pak Zul dan PAN atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Insya Allah kami siap berjuang bersama masyarakat,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar itu. Mengusung ”Pemimpin Perubahan”, Mulyadi bertekad memberikan sebuah kebermanfaatan bagi masyarakat.

Dia berkeyakinan, Ali Mukhni sosok yang mampu berjalan bersama untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Minang. ”Sumbar butuh pemimpin yang bisa membawa perubahan. Pak Ali Mukhni ini memiliki karakter yang senang bekerja nyata, begitu juga saya,” tegasnya.

Soal rekomendasi DPP Partai Demokrat, Mulyadi menyebutkan bahwa hanya tinggal menunggu waktu saja. ”Itu (rekomendasi, red) sudah jelas. Kita tinggal mencari waktu yang pas saja,” terang anggota DPR RI tiga periode tersebut.

Sementara itu, Ali Mukhni membenarkan bahwa PAN resmi mengusung Mulyadi-Ali Mukhni maju di Pilkada Sumbar 2020. Ditanya soal keputusan Partai Demokrat, Ali Mukhni mengungkapkan, rencananya penyerahan rekomendasi DPP Demokrat pada Rabu (29/7) mendatang. ”Ya, bisa juga ditanya pastinya ke pak Mulyadi. Itu yang saya dapat kabarnya tadi,” ujar bupati dua periode di Padangpariaman tersebut.

Terlepas soal usung-mengusung, imbuh Ali Mukhni, yang pasti Mulyadi-Ali Mukhni menjadi pemenang Pilkada Sumbar nantinya.
Optimisme itu disampaikannya melihat banyaknya dukungan yang menantikan deklarasi mereka sebagai pasangan bakal calon gubernur.

Menyisakan Parpol Menengah dan Kecil

Kepastian berkoalisasinya PAN dan Demokrat, otomatis seluruh parpol besar di Sumbar sudah menentukan pasangan balon yang diusungnya. Sebelumnya, PKS (10 kursi) memastikan berkoalisi dengan PPP (4 kursi) mengusung, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy.

Partai Gerindra selaku pemenang pileg 2019 lalu dengan 14 kursi, juga sudah memastikan mengusung Nasrul Abit-Indra Catri. Bahkan, paslon ini sudah mulai bergerak ke daerah-daerah didukung penuh Ketua DPD Partai Gerindra Andre Rosiade.

Satu-satunya parpol menengah yang belum menentukan pilihan hanyalah Partai Golkar (8 kursi). Akankah parpol besutan Airlangga Hartanto ini memberi dukungan kepada tiga balon di atas atau malah membuat koalisi baru, menarik untuk dicermati.

Peluang Partai Golkar membangun koalisi baru sangat terbuka. Tentunya, berkoalisi dengan parpol-parpol pemilik kursi kecil di DPRD Sumbar. Apakah itu Partai Nasdem (3 kursi) dan PDIP (3 kursi). Koalisi ini setidaknya cukup untuk mengusung satu pasangan lagi dengan (14 kursi).

Atau, tak tertutup kemungkinan ketiga parpol ini berkoalisi dengan PKB (3 kursi) mengusung Faldo Maldini-Febby Dt Bangso yang sudah menyatakan maju dalam pilgub Sumbar ini. Cuma saja, semuanya tergantung kepada deal-deal antar parpol-parpol ini
Sedangkan satu pasangan lagi yang juga masih berjuang mendapatkan tiket dalam pilgub Sumbar mendatang, adalah paslon perseorangan Fakhrizal-Genius Umar. Keduanya masih harus mengajukan dukungan tambahan 370 ribu lagi. Bila dukungan ini berhasil dikumpulkan sampai besok (28/7), jadilah pilgub Sumbar bakal diikuti 5 pasang balon.

Pengamat politik asal Unand Dr Bakaruddin menilai, peluang-peluang itu masih terbuka. Namun, mantan Dekan FISIP Unand ini melihat, pilgub Sumbar realistisnya hanya diikuti tiga paslon. ”Justru, saya melihat pilgub Sumbar itu realistisnya hanya diikuti tiga paslon. Semuanya tergantung Partai Golkar ke mana arah dukungannya. Plus, berhasil atau tidaknya Fakhrizal-Genius Umar melengkapi dukungan,” ucap Bakaruddin. (rdo/apg)