Fakhrizal Potensial Diusung Koalisi Parpol, Nasdem Siap Bawa ke DPP

Jalan bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan Fakhrizal-Genius Umar untuk mengikuti Pilkada Sumbar 9 Desember 2020 belum berakhir.

Saat ini, Fakhrizal-Genius tengah mengajukan gugatan terhadap KPU ke Bawaslu dan DKPP karena menduga ada kejanggalan dalam proses verifikasi faktual syarat dukungan KTP.

Bila pasangan mantan Kapolda Sumbar dan wali kota Pariaman itu kandas mencalonkan diri melalui jalur independen, masih ada peluang maju dari partai politik.

Ketua DPW Nasdem Sumbar Hendrajoni ketika dihubungi mengatakan, partainya sampai saat ini belum memiliki calon yang akan diusung untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar mendatang.

“Sampai hari ini, belum ada keputusan DPP terkait siapa calon yang akan kita usung bersama partai koalisi di Pilgub Sumbar,” ujar Hendrajoni yang juga Bupati Pesisir Selatan di sela kegiatannya, Selasa (28/7/2020).

Jika ingin mengusung calon, Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain karena kursi untuk mendaftarkan pasangan calon sendiri tidak cukup.

Sejauh ini, Hendrajoni melihat sosok Fakhrizal merupakan calon potensial yang bisa saja diusung koalisi Nasdem bersama partai lainnya yang belum memiliki calon menuju Pilgub Sumbar. Misalnya, kata dia, Nasdem yang memiliki 3 kursi, berkoalisi dengan Golkar 8 kursi dan PKB 3 kursi. Totalnya melebihi syarat minimal 13 kursi.

Ia menilai, Fakhrizal sudah ada pendukung riil yang dibuktikan dalam bentuk ratusan ribu fotokopi KTP yang dijadikan syarat saat maju di pencalonan independen dan dikumpulkan timnya di Sumbar.

Modal itu jadi basis dukungan untuk mengembangkan tambahan pemilih di pilkada nanti jika Fakhrizal maju lewat partai. Belum lagi banyak potensi simpatisannya yang tak sempat  menyerahkan KTP dukungan dan pemilih mengambang.

“Pendukung riil beliau (Fakhrizal, red) kan banyak. Maka, Pak Fakhrizal bila tak jadi di pencalonan independen, bisa saja maju lewat partai. Jika partai lain yang belum ada calon, misalnya Golkar dan PKB berkoalisi mengusung beliau jadi calon, Nasdem bergabung dan mengusulkannya ke DPP,” kata Hendrajoni.

Menurut Hendrajoni, saat ini partai lain seperti Gerindra sudah ada pasangan calon yakni Nasrul Abit-Indra Catri, lalu Demokrat dan PAN sudah ada keputusan PAN mengusung Mulyadi-Ali Mukhni. Kemudian, PKS dan PPP bakal mencalonkan Mahyeldi-Audi.

“Nasdem, Golkar dan PKB bisa koalisi dan mengusung pasangan calon juga. Nah, jika Pak Pak Fakhrizal sudah lobi dan oke sama Golkar dan PKB, maka Nasdem akan bawa nama beliau ke DPP. Maka, calon nantinya di Pilgub Sumbar jadi empat pasang,” jelasnya.

Sementara itu, Fakhrizal ketika dihubungi terpisah mengapresiasi masih tingginya perhatian masyarakat pendukung, simpatisan dan sejumlah pimpinan partai politik terhadap dirinya agar tetap terus maju di Pilkada 2020.

Menurutnya, sekarang pihaknya masih dalam proses sengketa di Bawaslu dan DKPP karena ada sejumlah kejanggalan dalam proses verifikasi faktual yang harus dituntaskan sesuai aturan.

“Saya terharu karena dari kabupaten dan kota di Sumbar, masyarakat dan relawan serta para tokoh termasuk dari kalangan pengurus partai terus menghubungi menyikapi kondisi terkini. Ada yang menangis dan banyak pula yang memberikan semangat agar tetap terus maju. Kita serahkan semuanya pada Allah SWT,” ungkapnya. (idr)