Rekapitulasi DPT Pilkada 2020, Jumlah Pemilih Susut 7 Juta

Komisioner KPU Viryan Azis. (jawapos.com)

Seluruh daerah yang menggelar pemilihan umum kepala daerah (pilkada) 2020 telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT). Dari hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU, terdapat 100.359.152 pemilih secara nasional di 270 daerah.

Komisioner KPU Viryan mengatakan, angka tersebut menyusut jika dibandingkan dengan jumlah pemilih potensial pada A-KWK. Data A-KWK merupakan daftar pemilih tiap tempat pemungutan suara (TPS), yang dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas KPU. “Jumlah di A-KWK 107.801.398 pemilih,” ujarnya kemarin (27/10).

Selain lewat coklit, KPU juga mendapat masukan dari masyarakat. Selama proses penyusunan, ditemukan banyak pemilih yang berstatus tidak memenuhi syarat (TMS) sehingga dikeluarkan dari data. Penyebabnya beragam. Mulai dari pemilih sudah meninggal, beralih status menjadi TNI-Polri, masih di bawah umur minimal, pindah domisili, hingga dicabutnya hak pilih.

Dalam penyusunan data pemilih, didapati pula pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP. Berdasar data KPU, jumlahnya mencapai 20,71 persen atau 20.788.320 orang. Viryan pun berharap mereka segera melakukan perekaman e-KTP. “Minimal bawa surat keterangan sudah rekam yang dikeluarkan dukcapil,” katanya.

Baca Juga:  AHY ke Sumbar, Mulyadi: Multivitamin untuk Kemenangan Mualim

KPU sudah berkoordinasi dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Dari koordinasi tersebut, Kemendagri memastikan stok blangko melimpah sehingga masyarakat bisa segera melakukan perekaman.

Dispendukcapil juga siap melakukan jemput bola terhadap warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. “Kami mengapresiasi jajaran Ditjen Dukcapil dan dukcapil di kabupaten/kota yang proaktif mendukung upaya perekaman,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin mengatakan, Bawaslu telah mengevaluasi DPT di setiap daerah. Bawaslu juga telah memberikan masukan kepada KPU jika DPT memerlukan perbaikan.

Rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu di daerah sudah ditindaklanjuti oleh KPU masing-masing. Berdasar saran perbaikan dari Bawaslu kabupaten/kota, terjadi perubahan angka rekapitulasi daftar pemilih. “Perubahan setidaknya terjadi di 139 daerah, sebagaimana saran perbaikan dari Bawaslu kabupaten/kota,” paparnya.

Perubahan jumlah tersebut di antaranya terjadi di Sarolangun, Boyolali, Sidoarjo, Luwu Timur, Kota Makassar, Morowali, Poso, Kepulauan Mentawai, dan Ogan Ilir. (far/c18/bay/jpg)