Pendamping Hendri Septa Mesti Paham tentang Padang

ilustrasi kantor balaikota Padang. (net)

Siapa pengganti Hendri Septa sebagai wakil wali Kota Padang masih menjadi tanda tanya sampai saat ini. Dua partai pengusung PKS dan PAN masih menggodok nama-nama yang bakal mengisi kursi wawako Padang yang ditinggal Hendri Septa jika dilantik menjadi Wali Kota Padang.

Sejumlah nama seperti Khairul Ikhwan, Amril Amin, Rahmat Saleh dan Muhidi jadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Menurut tokoh pemuda Sumbar H Maidestal Hari Mahesa kepada Padang Ekspres kemarin (28/1), pengisi kursi wawako Padang berasal dari partai pengusung. Sebab, yang mengusung itu dari PAN dan PKS. “Kita serahkan kepada mereka untuk menyeleksinya. Jujur saja kami belum bisa memberikan komentar,” ungkapnya.

Namun, pria yang biasa dipanggil Esa ini mengatakan, kandidat yang akan diajukan itu sebaiknya orang-orang yang memang menguasai dan mengetahui apa yang seharusnya diinginkan Kota Padang. “Kriteria tersebut harus sesuai dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan Kota Padang saat ini, ditambah harus bisa dalam memenej pemerintahan,” jelasnya.

Menurut Esa, Hendri Septa merupakan sosok atau orang yang sangat bijak tentang pengetahuan dalam ilmu pemerintahan. “Tentu orang yang memahami tentang pemerintahan lah yang cocok untuk mengisi bursa wawako Padang. Dan terpenting bisa bekerja sama dengan wali kota. Sebab, kita ingin Kota Padang melaju terus dalam perkembangan pembangunan,” bebernya.

Baca Juga:  Mahyeldi-Audy Pimpin Sumbar, Nevi: Harus Kompak Jalankan Amanah

Ia berharap siapa saja yang terpilih, Kota Padang tidak tertinggal dengan daerah lain, baik itu dalam hal pembangunan maupun keinginan dan harapan masyarakat. Sebelumnya, pengamat politik Asrinaldi mengatakan kedua partai baik PKS maupun PAN akan berhitung secara politis siapa yang bisa diusulkan untuk menempati posisi kursi wakil wali kota tersebut.

Menurutnya, PKS tentu akan mengusulkan kader mereka yang bisa mengambil peran yang signifikan di Pemko Padang guna mendampingi Hendri Septa. Dengan peran tersebut, secara tidak langsung akan memberi ruang pada wakil wali kota berperan menjelang pemilihan tahun 2023.

Sementara bagi PAN, keberhasilan menempatkan kadernya sebagai wakil wali kota tentu akan memperbesar peluang partai ini menjadi wali kota periode berikutnya. “Dengan kondisi demikian, akan ada tarik menarik di antara kedua partai karena adanya kepentingan politik masing-masing,” jelasnya. (r)

Previous articleTiga Penyalahgunaan Narkoba Diringkus
Next articleFKUB Ikut Jaga Kondusifitas NKRI