Situasi Pilgub Sumbar, Calon Kuat akan Terus Digoyang Lawan Politik

Ketua Gerindra Sumbar Andre Rosiade jabat erat tangan Nasrul Abit dan Indra Catri sebagai kekuatan untuk menghadapi Pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Sumbar, 9 Desember 2020.

Nasrul Abit – Indra Catri, sebagai petahana dan calon kuat Gubernur dan Wakil Gubernur periode mendatang akan terus digoyang pihak lawan politik dengan berbagai isu. Goncangan tersebut diduga dilancarkan untuk menggoyahkan kepercayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Barat, Andre Rosiade pada Deklarasi Cakada dan konsolidasi Partai Gerindra di Bukittinggi, Sabtu 29 Agustus 2020.

Menurut Anggota DPR RI itu, sejak nama Nasrul Abit dan Indra Catri mencuat ke permukaan, kedua tokoh ini selalu diterpa berbagai isu. Bahkan, Indra Catri saat ini harus berurusan dengan polisi akibat postingan di salah satu medsos orang lain yang dilaporkan terkait dengan dirinya.

Meski demikian, kepercayaan masyarakat tak goyah. Keduanya, dipastikan akan dimenangkan masyarakat dalam kontestasi pilkada untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2020-2025. Seluruh pengurus, kader, simpatisan dan pendukung, akan bersama-sama datang ke KPU untuk mengantarkan NA-IC mendaftar.

“Kita punya Calon Gubernur. Ini saya sampaikan. Pak NA untuk menjadi calon Gubernur Sumbar, luar biasa banyak tantangannya agar mereka tidak bisa maju. Alhamdulillah, kita solid. Kita bisa meyakinkan pak Prabowo kalau NA adalah calon yang baik. Beliau (Prabowo) sangat mempercayai NA. Tak mempan digoyang orang,” kata Andre Rosiade.

Baca Juga:  Di Padangpariaman, Nasrul Abit Ingatkan Relawan Bekerja Lebih Keras

Andre menilai, Nasrul Abit adalah kader terbaik yang dimiliki oleh Partai Gerindra di Sumatera Barat. Nasrul Abit, selama ini memiliki rekam jejak dan prestasi yang sangat baik. Menjabat sebagai Wakil Gubernur, Nasrul Abit diberikan tanggung jawab salah satunya, mengeluarkan daerah tertinggal.

Dan itu ia kerjakan, bahkan terbukti. Solok Selatan  dan Pasaman Barat contohnya, mampu dikeluarkan Nasrul Abit dari daerah tertinggal menjadi berkembang. Hal yang sama juga dilakukannya ketika menjabat bupati, mengeluarkan daerah tersebut dari status daerah tertinggal.

“Bahkan, Nasrul Abit merupakan pejabat yang punya nyali. Berani mempertaruhkan nyawa demi masyarakat Sumatera Barat. Tragedi Wamena menjadi contoh kalau Nasrul Abit adalah pemimpin yang punya nyali besar,” ujar Andre.

Untuk itu, Andre meminta kepada seluruh pengurus, kader dan simpatisan Partai Gerindra, untuk solid dan bekerja keras memenangkan Nasrul Abit dan Indra Catri. “Karena keduanya adalah pemimpin yang teruji tanpa pencitraan aneh-aneh,” tutup Andre Rosiade. (*/hsn)