Polri Minta tak Ada Kerumunan Suporter

75
Suasana pembukaan Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Keinginan banyak pihak agar kompetisi tidak ditunda lagi mendapat angin segar. Kabar itu didapat setelah operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengadakan pertemuan dengan Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto. Hasilnya, ada sinyal izin akan diberikan.

Komjen Pol Agus membenarkan hal itu. Dia mengungkapkan, dalam pertemuan dengan LIB, pihaknya terkesan dengan penjabaran mengenai protokol kesehatan selama kompetisi berlangsung. “Pada prinsipnya, kami akan memberikan dukungan penuh,” ucapnya.

Namun, dukungan saja belum cukup. LIB sangat membutuhkan kepastian surat izin keramaian dari polisi. Agar klub-klub peserta bisa langsung bersiap dan bisnis mereka bisa kembali berjalan.

Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita menyatakan, LIB memang belum mendapat kepastian apa pun soal kapan akan diterbitkannya izin keramaian oleh Polri. “Tapi, dengan adanya dukungan, setidaknya jalan kami untuk memutar lagi kompetisi sudah terbuka,” terangnya.

Lukita mengaku sudah membeberkan secara detail soal protokol kesehatan. Imbas dari tidak keluarnya izin keramaian Oktober lalu sehingga membuat kompetisi ditunda juga dipaparkan.

“Secara global kami menjelaskan pentingnya lanjutan kompetisi domestik, terutama manfaat dan perannya akan sangat besar. Bukan untuk sepak bola nasional saja, tapi juga meyakinkan mata dunia tentang sepak bola Indonesia sebelum dilaksanakan Piala Dunia U-20 tahun depan,” beber Lukita.

Pria asal Bandung itu percaya diri kali ini surat izin keramaian bisa benar-benar dikantongi untuk memulai kompetisi Februari tahun depan. Sebab, dari hasil pertemuan Selasa lalu (24/11), Polri hanya meminta kepastian soal tidak adanya kerumunan ketika kompetisi berlangsung.

Baca Juga:  Ducati Tetap Ingin Enam Motor

“Mereka hanya tidak mau ada suporter bergerombol, tidak mau ada nonton bareng, tidak mau ada rusuh-rusuh suporter. Kami sudah menjelaskan kalau tanpa penonton. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak lain terkait masalah ini,” bebernya.

Pihak lain yang dimaksud adalah pemerintah daerah setempat. Lukita mengakui sulit meng-handle kerumunan ketika ada nonton bareng suporter di daerah masing-masing.
“Karena itu, nanti tugasnya pemerintah daerah untuk melarang sesuai dengan protokol kesehatan saat ini,” lanjutnya.

LIB juga sudah meminta PSSI untuk memberikan edukasi kepada suporter. Edukasi pentingnya bersabar dan tidak datang ke stadion hingga mengadakan nobar selama kompetisi berlangsung agar surat izin keramaian bisa segera diterbitkan.

Yang pasti, untuk saat ini, dia meminta semua pihak kompak. Agar protokol kesehatan yang jadi jaminan kompetisi bergulir benar-benar dilaksanakan. Hal lain yang membuat LIB optimistis lanjutan kompetisi bisa sesuai rencana adalah mulai awal tahun depan tidak ada agenda nasional yang bisa mengganggu kepolisian dalam mengamankan kompetisi. “Polisi jadi bisa fokus mengamankan kompetisi. Tidak ada masalah katanya,” tuturnya.

Karena sudah tidak ada masalah, secara pribadi Lukita sudah meminta agar surat izin keramaian bisa segera turun. Setidaknya tidak berdekatan dengan waktu kickoff Liga 1.
“Kami minta segera diterbitkan pada Desember untuk kompetisi awal Januari. Kenapa? Agar klub bisa segera persiapan karena sudah ada kepastian kompetisi tidak ditunda lagi,” tegasnya. (rid/c17/ali/jpg)

Previous articleTertimbun Longsor usai Hujan Lebat, Bukittinggi-Medan Lumpuh 4 Jam
Next articlePenting Perhatikan Kebersihan dan Mutu