Prokes Dilanggar, Virus Baru Menyebar

12
Buruh migran memakai masker sebagai antisipasi terhadap virus korona, sedang menunggu pengangkutan di terminal bus di Jammu, India (26/3). (net)

Otoritas India melaporkan lonjakan kasus virus korona (Covid-19) di wilayahnya, lebih dari 100 ribu kasus korona dalam sehari. Para ilmuwan menilai, ini gara-gara warga meninggalkan protokol kesehatan (prokes) saat kampanye Pemilu lokal, ditambah munculnya jenis virus baru Covid-19.

Data terbaru Kementerian Kesehatan India menunjukkan, 103.558 kasus baru korona tercatat dalam 24 jam terakhir. Dengan tambahan tersebut, India kini mencatat total 12,6 juta kasus Corona di wilayahnya. Angka itu tercatat sebagai total kasus korona terbanyak ketiga di dunia, setelah AS dan Brasil.

Seperti dilansir Channel News Asia, kemarin, jumlah kasus korona harian di India melonjak sekitar 12 kali lipat setelah mencapai titik terendah selama beberapa bulan pada awal Februari lalu.

”Varian baru yang lebih menular, ditambah banyaknya warga yang tidak memakai masker dan menjaga jarak serta menghidari kerumunan, adalah penyebab lonjakan tajam ini,” terang Anggota Gugus Tugas Pandemi India, Dr Randeep Guleria, seperti dilansir media online Sky News, kemarin.

Maharashtra menjadi wilayah terdampak korona paling parah di India, dengan angka kasus 57.074 dalam sehari. Sebagai antisipasi atas lonjakan kasus, otoritas setempat akan menutup pusat perbelanjaan, bioskop, bar, restoran dan tempat ibadah mulai Senin (5/4) malam waktu setempat.

Pemerintah Negara Bagian juga mulai memberlakukan lockdown pada akhir pekan lalu, saat para pakar mengkhawatirkan kekurangan tempat tidur di rumah sakit setempat, khususnya di kota-kota kecil.

Baca Juga:  Sinovac Manjur 100 Persen Tekan Angka Kematian

Seorang pengawas medis, Dr Avinash Gawande mengatakan kepada wartawan, pihaknya tidak dapat membuat pasien menunggu. Karena hal itu akan mempengaruhi tingkat oksigen. Jika 40 pasien datang bersamaan, maka sulit memindahkan mereka ke bangsal pada saat yang juga bersamaan.

”Jadi, dibutuhkan sedikit waktu. Kami memberikan dukungan oksigen terlebih dahulu, kemudian memindahkannya ke bangsal,” jelasnya.

Negara Bagian lain seperti Punjab, Karnataka dan Chhattisgarh, yang mengalami peningkatan kasus juga telah memberlakukan pembatasan. Anggota Satuan Tugas Covid-19 lainnya Dr VK Paul menyatakan, situasi berubah, dari yang sudah buruk, menjadi lebih buruk.

”Kami menghadapi situasi yang semakin parah. Tapi seluruh wilayah berpotensi menghadapi risiko. Karena itu, semua upaya menahan dan menyelamatkan nyawa, harus dilakukan,” jelasnya.

Sayangnya, ketika pejabat kesehatan terus mengingatkan bahaya pertemuan di tempat umum, Perdana Menteri Narendra Modi dan para pemimpin partainyamalah terus mengadakan demonstrasi besar-besaran di beberapa Negara Bagian, di mana pemilihan lokal sedang berlangsung.

Pemerintah Modi juga mengizinkan festival besar Hindu selama sebulan berlangsung di tepi Sungai Gangga, di Negara Bagian Uttarakhand utara. Festival ini dihadiri puluhan ribu warga setiap hari.

Meski demikian, dalam sebuah tweet, Modi menegaskan kembali pentingnya strategi pengujian, pelacakan, pengobatan, penerapan protokol kesehatan, dan vaksinasi, sebagai cara efektif memerangi pandemi global. Dia juga mengarahkan semua negara bagian mengambil langkah yang diperlukan dan pembatasan. (day/jpg)

Previous articleKuota 25 Persen, Biaya Haji Rp 87,51 Juta
Next articleDampak Bencana Pohon Tumbang Meluas