KPR CIMB Niaga Tumbuh Positif di Tengah Deraan Covid-19

26

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berhasil menjaga pertumbuhan positif pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tengah situasi yang masih menantang sebagai dampak dari wabah pandemi Covid-19.

Per 31 Desember 2020, CIMB Niaga mencatatkan peningkatan penyaluran KPR sebesar 5,9 persen year on year (YoY) menjadi Rp35,78 triliun. Raihan ini lebih tinggi dari pertumbuhan KPR industri perbankan nasional pada periode yang sama.

Keberhasilan CIMB Niaga tersebut menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan sepanjang 2020 tepat sasaran, sehingga disambut baik oleh masyarakat. Perolehan tersebut juga membuktikan bahwa fungsi intermediasi CIMB Niaga tetap terjaga.

Mortgage & Secured Loan Business Head CIMB Niaga, Heintje F Mogi mengatakan, pihaknya dapat melewati tahun yang penuh tantangan dengan kinerja KPR optimal karena hasil dari upaya berkelanjutan yang dilakukan dalam menghadirkan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah.

“Tentunya diimbangi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit,” katanya dalam Diskusi Bersama CIMB Niaga tentang KPR CIMB Niaga Update dengan awak media yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Menurut Heintje, momentum positif tersebut dimanfaatkan CIMB Niaga untuk terus meningkatkan penyaluran KPR pada awal tahun 2021 ini dengan menyiapkan program-program inovatif.

Salah satunya adalah program bunga/margin ringan hasil kerja sama dengan developer mitra CIMB Niaga. Program bunga/margin ini yakni fixed 3,66 persen pada tahun pertama dan 5,88 persen untuk tahun kedua dan ketiga. Sedangkan tahun berikutnya berlaku suku bunga/margin mengambang atau floating.

Program yang dapat dimanfaatkan masyarakat hingga 31 Maret 2021 tersebut memiliki jangka waktu mulai 10 hingga 25 tahun. Dengan tenor yang panjang ini, masyarakat dapat lebih leluasa mengelola keuangan, di antaranya pembayaran cicilan bulanan menjadi lebih terjangkau.

“Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki hunian idaman melalui program yang menguntungkan, baik melalui KPR konvensional maupun Syariah pada proyek-proyek terpilih dari 10 developer mitra CIMB Niaga di berbagai kota besar di Indonesia,” ujar Heintje.

Adapun 10 developer yang bekerjasama dengan CIMB Niaga untuk program kali ini yaitu Sinar Mas Land, Ciputra, Summarecon, Alam Sutera, Damai Putra, Intiland, Premier, Adhi Karya, Pondok Indah, dan Harvest City.

Di samping itu, dalam masa yang masih menantang ini, CIMB Niaga juga memberikan pilihan program angsuran tetap (fixed) selama 10 tahun dengan bunga/margin 9,5 persen.

“Kepastian jumlah cicilan selama periode yang panjang tersebut akan membuat nasabah menjadi lebih tenang. Program ini berlaku hingga 30 Juni 2021 mendatang,” imbuhnya.

Inovasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Selain program tersebut, sepanjang 2021 CIMB Niaga juga akan terus berinovasi memberikan beragam penawaran menarik. Hal ini sekaligus wujud dukungan CIMB Niaga kepada pemerintah dalam menyediakan pembiayaan perumahan yang kompetitif bagi masyarakat.

Heintje menjelaskan, untuk memaksimalkan penyaluran KPR pada tahun ini, CIMB Niaga menerapkan sejumlah strategi. Mulai dari cross selling kepada nasabah existing, mempererat kerja sama dengan sinergi dan kolaborasi bersama asosiasideveloper dan agen property, mempercepat proses KPR melalui sistem digital, hingga menempatkan karyawan CIMB Niaga di kantor developer sehingga dapat meningkatkan pelayanan.

Tidak ketinggalan, CIMB Niaga juga akan terus mengembangkan produk KPR Syariah sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat dan besarnya potensi ke depan. Dari total perolehan KPR CIMB Niaga pada 2020, porsi KPR Syariah telah mencapai 40 persen. Selain karena sesuai prinsip syariah, KPR Syariah juga memiliki kualitas produk yang setara dengan KPR konvensional.

“Kami berharap dengan strategi tersebut, CIMB Niaga dapat memberikan customer experience yang lebih baik kepada para nasabah sekaligus membantu menggairahkan kembali sektor property di Tanah Air setelah terimbas pandemi selama setahun terakhir,” tutur Heintje. (i)