Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mayat Dalam Sumur, Keluarga Curigai Pembunuhan

Safrizal Putra
Penulis: Safrizal Putra❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Pihak keluarga Rahma Mutia (RM), 26, wanita yang ditemukan meninggal dunia di dalam sumur rumahnya di Pabalutan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanahdatar, pada awal Maret 2026 lalu, mendesak pihak kepolisian untuk memberikan kejelasan hukum dan transparansi dalam penanganan perkara.

Hingga satu bulan lebih pascakejadian, keluarga mengungkapkan belum menerima nomor Laporan Polisi (LP) maupun Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

Sepupu korban, Widya mengungkapkan pihak keluarga merasakan adanya kejanggalan dalam prosedur penanganan kasus ini. Meski kejadian sudah berlangsung sejak 3 Maret 2026, keluarga baru menerima Surat Tanda Terima Barang Bukti (STP) pada 9 April 2026.

Advertisement

“Kami ingin kejelasan. Hingga saat ini kami belum menerima STPL atau nomor LP sebagai dasar administrasi resmi. Kami merasa dioper ke sana-sini saat bertanya ke pihak Polres,” ujar Widya kepada media, Senin (13/4).

Widya menegaskan sejak awal kejadian, pihak keluarga telah bersikap sangat kooperatif dan mengikuti seluruh prosedur yang diminta kepolisian, termasuk saat proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga penyitaan sejumlah barang bukti. Namun, sikap kooperatif tersebut belum membuahkan kepastian hukum yang jelas bagi keluarga.

Advertisement

Korban berdasarkan keterangan keluarga, tinggal sendirian di rumah tersebut. Alumni UIN di Batusangkar itu merupakan sosok periang yang memiliki usaha menjual makanan dan minuman. Tidak memiliki musuh ataupun tidak ada peristiwa mencurigakan selama ini. “Ia merupakan salah satu cucu perempuan di keluarga yang akan jadi penerus seperti di adat Minangkabau,” sebut Widya.

Keluarga meyakini RM merupakan korban tindak kekerasan berdasarkan sejumlah fakta di lokasi kejadian. Berdasarkan kronologi yang disampaikan keluarga, korban terakhir kali terlihat pulang ke rumah pada Selasa (3/3) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah berganti pakaian tidur.

 Namun, kecurigaan adanya tindak pidana semakin menguat saat saksi di sekitar lokasi memberikan kesaksian memilukan. “Tetangga sempat mendengar suara teriakan minta tolong dan suara tangisan yang berasal dari arah rumah korban sekitar pukul 02.00 WIB,” ungkap Widya.

Sejak pukul 03.00 WIB, RM sudah tidak lagi merespons pesan singkat maupun telepon, hingga akhirnya jasad korban ditemukan sore harinya di dalam sumur dengan kondisi yang tidak lazim.

 Terkait kondisi fisik korban, Widya membeberkan sejumlah temuan kasat mata yang dinilai janggal. “Keluarga melihat adanya lebam di bagian mata kanan, bagian belakang kepala yang terasa lembek, serta terdapat goresan yang diduga merupakan jejak kuku pada area bibir dan wajah (kening). Kondisi ini menurut kami memerlukan penjelasan dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya secara jelas,” terangnya. 

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bongkar Makam, Polisi Cari Bukti Kematian RM

Bongkar Makam, Polisi Cari Bukti Kematian RM

Upaya mengungkap tabir gelap di balik kematian tragis seorang wanita berinisial RM, 26, memasuki fase krusial.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer