Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ruang Kelas Darurat SDN 05 Batanganai Diresmikan

E
Penulis: Eri Mardinal❯
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama siswa saat  peresmian ruang kelas darurat di SDN 05 Batanganai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (17/4). (RANDI/PADEK)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama siswa saat peresmian ruang kelas darurat di SDN 05 Batanganai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (17/4). (RANDI/PADEK)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan penggunaan ruang kelas darurat di SDN 05 Batanganai, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Jumat (17/4).

Langkah ini sebagai solusi cepat untuk menjamin keberlangsungan Proses Belajar Mengajar (PBM) pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Abdul Mu’ti menyatakan  pemerintah terus berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, terutama pascabencana.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemendikdasmen telah menyelesaikan rangkaian pembangunan infrastruktur sekolah di wilayah Sumbar
Program ini mencakup peresmian program revitalisasi satuan pendidikan yang telah selesai 100%, peresmian Unit Sekolah Baru (USB), serta penyediaan Ruang Kelas Darurat (RKD) bagi murid di wilayah terdampak bencana guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar.

Advertisement

“Khusus untuk tahun 2026, kementerian telah membangun tujuh ruang kelas darurat dengan total anggaran mencapai Rp 1,3 miliar,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia mengungkapkan, ruang kelas ini bersifat sementara karena sekolah yang bersangkutan masih dalam proses pembangunan di lokasi yang baru. SDN 05 Batanganai sendiri mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga relokasi menjadi keharusan.

Ia pun menjamin fasilitas sementara yang tersedia saat ini sudah sangat representatif dan layak untuk digunakan.

Selain meresmikan ruang kelas di Padangpariaman, Mendikdasmen memaparkan progres besar rekonstruksi pendidikan di Sumbar.

Advertisement

Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 167,53 miliar untuk 301 satuan pendidikan melalui skema swakelola. Hingga saat ini, pencairan termin pertama telah mencapai 70 persen.

Data kementerian menunjukkan sebaran bantuan tersebut mencakup 82 PAUD, 161 SD, 25 SMP, 25 SMA, 4 SMK, dan 4 Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Dengan sistem swakelola, masing-masing sekolah memiliki kemandirian dalam proses pembangunan kembali fasilitas mereka,” paparnya.

Tak hanya jalur swakelola, pemerintah juga menjalin sinergi dengan TNI untuk menangani 21 satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat atau memerlukan relokasi. 

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kementerian PU Bangun 100 Sekolah Rakyat, Serap 97.000 Tenaga Kerja Lokal

Kementerian PU Bangun 100 Sekolah Rakyat, Serap 97.000 Tenaga Kerja Lokal

Kementerian PU membangun 100 Sekolah Rakyat Tahap II di 32 provinsi dengan daya tampung 122.000 siswa dan melibatkan 97.000 pekerja lokal.

Santri Mengejar Mimpi Lewat Basket, DBL 2026 Jadi Panggung Pembuktian Bakat Pelajar Pesantren

Santri Mengejar Mimpi Lewat Basket, DBL 2026 Jadi Panggung Pembuktian Bakat Pelajar Pesantren

DBL 2026 menjadi panggung santri mengembangkan bakat basket, karakter, dan membawa nama sekolah pesantren ke kompetisi nasional.

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP mendampingi guru dan siswa Nagari Campago mengembangkan project pembelajaran menjadi produk entrepreneurship melalui literasi digital

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer