Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Limapuluh Kota Butuh 18 Dapur MBG Lagi

S
Penulis: Syamsu Ridwan❯
Pelajar SMPN 3 Kabupaten Limapuluh Kota bersiap-siap menyantab MBG di sekolahnya, Kamis (23/4). (SY RIDWAN/PADEK)
Pelajar SMPN 3 Kabupaten Limapuluh Kota bersiap-siap menyantab MBG di sekolahnya, Kamis (23/4). (SY RIDWAN/PADEK)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus berpacu mengejar target cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga April 2026, realisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut baru mencapai 40 persen di wilayah ini. Terbatasnya jumlah dapur produksi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kendala utama distribusi.

Bupati Limapuluh Kota Safni mengungkapkan untuk melayani 13 kecamatan dan 79 nagari secara menyeluruh, dibutuhkan setidaknya 35 unit dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Saat ini, baru tersedia 17 unit dapur yang beroperasi di lapangan.

Advertisement

“Target kita adalah seluruh wilayah, terutama daerah pinggiran dan perbatasan, dapat segera menikmati program ini. Namun, kita masih kekurangan 18 dapur lagi dari total kebutuhan 35 unit,” ujar Safni usai mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Komplek Perguruan Hj.Yuliana, Sarilamak, beberapa waktu lalu.

Guna menutup celah kekurangan tersebut, bupati mengajak pelaku usaha lokal dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyediaan SPPG. Menurutnya, program MBG bukan sekadar pemenuhan nutrisi siswa, melainkan juga peluang investasi yang menjanjikan bagi ekonomi kerakyatan.

“Kami mendorong masyarakat untuk berinvestasi pada program ini. Selain membantu pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul, ini adalah peluang usaha yang berdampak sosial tinggi,” imbuhnya.

Advertisement

Di sisi lain, manfaat program ini mulai dirasakan nyata oleh satuan pendidikan. SMPN 3 Kabupaten Limapuluh Kota, yang telah menjadi penerima manfaat selama setahun terakhir, melaporkan dampak positif terhadap kesejahteraan siswa dan orang tua.

Wakil Kesiswaan SMPN 3 Nur Hidayati menyebutkan MBG sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. “Biasanya orang tua harus menyiapkan bekal atau uang jajan lebih. Sekarang beban itu berkurang karena sekolah sudah menyediakan makan siang bergizi selama enam hari kerja,” jelasnya didampingi guru Dona dan M. Ridho, Kamis (23/4).

Pihak sekolah berharap program ini terus berlanjut secara konsisten demi mendukung terwujudnya visi Generasi Emas 2045 melalui perbaikan gizi sejak dini. (rid)

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Survei SMRC: Kepuasan pada Prabowo Turun ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan pada Prabowo Turun ke 44,5 Persen

Survei SMRC Oktober 2026 mencatat kepuasan terhadap kinerja Prabowo 44,5 persen, sedangkan ketidakpuasan mencapai 53,4 persen.

Ratusan Relawan MBG Sumbar Gelar Aksi Damai, Minta Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Ratusan Relawan MBG Sumbar Gelar Aksi Damai, Minta Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Ratusan relawan MBG Sumbar menggelar aksi damai di DPRD Sumbar untuk meminta Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan karena dinilai bermanfaat.

Loloskan SPPG Abal-abal hingga Markup Motor Listrik, Mantan Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan Kejagung

Loloskan SPPG Abal-abal hingga Markup Motor Listrik, Mantan Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan Kejagung

Kejagung menahan tiga mantan pimpinan BGN, termasuk Dadan Hindayana, dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer