Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengawasan Ayam Potong Diperketat, Distan Pessel Pastikan Daging Aman dan Halal

Y
Penulis: Yoni Syafrizal❯
Tim Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pessel melakukan pengawasan dan pemeriksaan usaha ternak unggas di lapangan guna memastikan daging ayam yang beredar aman, sehat, dan layak konsumsi. (DOK DISTAN PESSEL)
Tim Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pessel melakukan pengawasan dan pemeriksaan usaha ternak unggas di lapangan guna memastikan daging ayam yang beredar aman, sehat, dan layak konsumsi. (DOK DISTAN PESSEL)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memperketat pengawasan terhadap usaha ayam potong guna memastikan daging unggas yang beredar di tengah masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Pengawasan dilakukan mulai dari kandang ternak hingga proses pemotongan dan distribusi ke pasar tradisional.

Langkah tersebut dilakukan menyusul pentingnya jaminan keamanan pangan asal hewan yang langsung berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), Dinas Pertanian Pessel intensif turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan pembinaan kepada peternak maupun pelaku usaha unggas.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pessel, Sri Rita Setiawati, mengatakan, pengawasan terbaru dilakukan di Kecamatan Sutera dan Kecamatan Lengayang beberapa waktu lalu. Kegiatan itu meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan ayam, serta edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Advertisement

“Kami bersama jajaran turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan ayam, serta memberikan edukasi kepada peternak dan pelaku usaha,” ujar Sri Rita Setiawati saat dihubungi, kemarin (10/5).

Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik ayam sebelum dipotong, tetapi juga mencakup kebersihan kandang dan tempat pemotongan. Aspek sanitasi dinilai sangat menentukan kualitas daging yang dihasilkan dan berpengaruh terhadap keamanan konsumsi masyarakat.

Ia menjelaskan, ayam yang layak dipotong harus memenuhi sejumlah indikator kesehatan, di antaranya aktif bergerak, tidak menunjukkan gejala penyakit, serta memiliki kondisi fisik yang baik. Pemeriksaan tersebut penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit melalui pangan asal hewan.

Advertisement

Selain itu, pihaknya memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai standar kesehatan dan kesejahteraan hewan. Proses pemotongan yang benar akan menghasilkan daging yang higienis dan aman dikonsumsi. “Kami juga mengingatkan agar proses penyembelihan dilakukan secara halal dan higienis, serta menggunakan peralatan yang bersih,” katanya.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, tim Keswan dan Kesmavet juga memberikan edukasi kepada pedagang serta masyarakat mengenai ciri-ciri daging ayam layak konsumsi, seperti warna daging yang segar, tekstur kenyal, dan tidak berbau menyengat.

Sri Rita menegaskan, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pengawasan pangan. Menurutnya, konsumen harus memiliki pemahaman yang cukup agar lebih selektif dalam memilih bahan pangan yang aman dikonsumsi.

Karena itu, Dinas Pertanian Pessel secara rutin melakukan pengawasan di pasar tradisional guna mencegah peredaran daging ayam yang tidak memenuhi standar kesehatan.
“Jika ditemukan daging yang tidak memenuhi standar, kami akan memberikan pembinaan hingga tindakan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer