
PADEK.JAWAPOS.COM - Pemkab Padangpariaman menggelar kegiatan tanam serentak di lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di kawasan persawahan Tanahtaban, kemarin.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana, setelah rehabilitasi lahan sawah yang ditargetkan Kementerian Pertanian selama satu bulan berhasil diselesaikan dalam waktu 23 hari.
Acara itu dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, perwakilan Menteri Pertanian RI sekaligus Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI Dr. Teddy Dirhamsyah, Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, unsur Forkopimda, Kepala BRMP Kementerian Pertanian Wilayah Sumbar, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, John Kenedy Azis menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian di daerah tersebut.
Data pemerintah daerah mencatat total lahan sawah terdampak mencapai 1.263,4 hektare. Rinciannya, 446 hektare mengalami kerusakan ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare hilang akibat terbawa arus sungai hingga berubah menjadi badan sungai.
Selain sawah, lahan jagung yang terdampak bencana juga mencapai 570,35 hektare. Dari jumlah itu, 382,6 hektare mengalami kerusakan ringan, 71 hektare rusak sedang, 112,5 hektare rusak berat, dan 4,3 hektare dinyatakan hilang.
John Kenedy Azis menyebut seluruh sawah dengan kategori rusak ringan telah selesai ditangani melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 446 hektare.
Sementara untuk lahan rusak sedang seluas 238,25 hektare, baru 198 hektare yang dapat direhabilitasi melalui bantuan APBN karena sebagian lainnya belum memenuhi syarat minimal hamparan.
Ia menambahkan, hingga kini lahan sawah yang mengalami kerusakan berat maupun lahan yang hilang akibat abrasi sungai belum memperoleh bantuan rehabilitasi ataupun penggantian lahan dari pemerintah pusat. Kondisi serupa juga terjadi pada lahan jagung terdampak bencana.
Menurutnya, percepatan rehabilitasi lahan sawah tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian RI pada 14 April 2026. Dalam kunjungan itu, Kementerian Pertanian menargetkan penyelesaian rehabilitasi lahan dalam waktu satu bulan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




