
PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mendorong percepatan pembangunan kawasan industri hilirisasi sawit dan penguatan konektivitas logistik di Sumatera Barat bagian timur melalui usulan Program Strategis Nasional (PSN) dan pembangunan feeder toll.
Upaya tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani saat audiensi dengan Kementerian PPN/Bappenas RI, Selasa (19/5).
Audiensi diterima Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Turut hadir dalam pertemuan itu Bupati Sijunjung Benny Dwifa dan Sekretaris Daerah Dharmasraya Medison.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Dharmasraya mengusulkan Kawasan Industri Terintegrasi Sawit dan Agro Dharmasraya seluas 500 hektare di Nagari Sungai Duo masuk dalam daftar PSN.
Kawasan industri itu dirancang sebagai pusat hilirisasi crude palm oil (CPO), industri oleokimia, hingga pakan ternak. Pemerintah daerah memproyeksikan kawasan tersebut mampu menarik investasi sekitar Rp3,2 triliun dan menyerap hingga 2.500 tenaga kerja.
Bupati Annisa mengatakan, pembangunan kawasan industri dan infrastruktur penghubung menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Dharmasraya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Sumbar.
Selain pengajuan PSN, Pemkab Dharmasraya juga mengusulkan pembangunan feeder toll sepanjang sekitar 139 kilometer yang menghubungkan Koto Baru, Dharmasraya dengan akses Tol Rengat–Pekanbaru di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
Menurut Annisa, posisi Dharmasraya sangat strategis karena menjadi wilayah perlintasan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi.
“Dharmasraya merupakan pintu gerbang logistik Sumbar bagian timur. Bahkan bisa disebut sebagai Selat Hormus-nya Sumbar karena menjadi jalur utama arus distribusi barang dan komoditas lintas provinsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar 70 persen distribusi CPO dan tandan buah segar (TBS) dari kawasan Sumbar timur saat ini keluar melalui jalur darat menuju Riau. Namun kapasitas jalan eksisting dinilai semakin terbatas akibat tingginya volume kendaraan logistik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





