Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dorong Pemulihan Pendidikan Anak Pascabencana

Safrizal Putra
Penulis: Safrizal Putra❯
Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar Lise Eka Putra bersama Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar saat penyerahan secara simbolis paket perlengkapan sekolah kepada siswa terdampak galodo di SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/6). (DOK PMI)
Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar Lise Eka Putra bersama Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar saat penyerahan secara simbolis paket perlengkapan sekolah kepada siswa terdampak galodo di SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/6). (DOK PMI)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Upaya pemulihan sektor pendidikan pascabanjir bandang (galodo) di Kabupaten Tanahdatar terus dilakukan. Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan sedikitnya 500 paket perlengkapan sekolah (School Kit) kepada siswa terdampak bencana di tiga kecamatan, Kamis (4/6). Bantuan yang didistribusikan di Gedung SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, tersebut merupakan dukungan dari mitra kemanusiaan internasional, Hong Kong Red Cross (Palang Merah Hong Kong), melalui PMI.

Program ini difokuskan untuk membantu pemulihan pendidikan sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak yang terdampak galodo di Kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dihadiri Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar Lise Eka Putra, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, serta jajaran pengurus PMI tingkat provinsi dan kabupaten. Setiap paket School Kit berisi tas punggung, buku tulis, bolpoin, pensil, alat mewarnai, penghapus, kotak bekal, serta botol minum (tumbler) berkualitas tinggi.

Advertisement

Ketua PMI Kabupaten Tanahdatar, Lise Eka Putra, mengatakan kehadiran PMI di sekolah-sekolah terdampak merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan pendidikan anak-anak pascabencana. “Hari ini kami hadir mengunjungi sekolah-sekolah untuk menyerahkan bantuan dari PMI Hong Kong melalui PMI Provinsi Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah mulai dari tas hingga alat tulis yang seluruhnya memiliki kualitas baik,” ujar Lise saat memberikan sambutan, dikutip dari media sosial Pemkab Tanahdatar.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali bangkit setelah terdampak bencana. “Kami berharap anak-anak merasa senang dan bergembira menerima bantuan ini. Yang lebih penting lagi, bisa menambah semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita meskipun sempat dilanda bencana,” katanya.

Lise menjelaskan, seluruh kuota bantuan untuk Kabupaten Tanahdatar telah dibagi secara proporsional agar proses pemulihan pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara merata.

Advertisement

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan. “Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan pascabencana, PMI terus berupaya hadir melalui berbagai dukungan dari mitra kemanusiaan,” ujar Aristo.

Ia mengungkapkan, bantuan yang disalurkan di Tanahdatar merupakan bagian dari total 5.000 paket School Kit yang dikirimkan Hong Kong Red Cross ke Indonesia.

Dari jumlah tersebut, Sumatera Barat memperoleh alokasi 1.500 paket yang didistribusikan ke tiga daerah terdampak bencana, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Untuk menjamin akuntabilitas penyaluran bantuan, PMI menerapkan mekanisme distribusi berjenjang mulai dari PMI Pusat, PMI Provinsi, hingga PMI Kabupaten.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kementerian PU Bangun 100 Sekolah Rakyat, Serap 97.000 Tenaga Kerja Lokal

Kementerian PU Bangun 100 Sekolah Rakyat, Serap 97.000 Tenaga Kerja Lokal

Kementerian PU membangun 100 Sekolah Rakyat Tahap II di 32 provinsi dengan daya tampung 122.000 siswa dan melibatkan 97.000 pekerja lokal.

Santri Mengejar Mimpi Lewat Basket, DBL 2026 Jadi Panggung Pembuktian Bakat Pelajar Pesantren

Santri Mengejar Mimpi Lewat Basket, DBL 2026 Jadi Panggung Pembuktian Bakat Pelajar Pesantren

DBL 2026 menjadi panggung santri mengembangkan bakat basket, karakter, dan membawa nama sekolah pesantren ke kompetisi nasional.

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP mendampingi guru dan siswa Nagari Campago mengembangkan project pembelajaran menjadi produk entrepreneurship melalui literasi digital

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer