
PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menegaskan pentingnya membangun generasi Qurani yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, saat menghadiri Wisuda Tahfiz dan Akhirussanah Angkatan IV Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Hijrah Medinah di ruang UDKP Kantor Camat Lengayang, Kamis (4/6).
Sebanyak 130 santri dari total 280 siswa mengikuti wisuda yang mengusung tema “Tumbuh Bersama Al-Qur’an, Bersemi dalam Kebaikan”.
Dalam sambutannya, Syahrizal Antoni menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para hafidz dan hafidzah yang telah menyelesaikan target hafalannya. Menurutnya, wisuda Tahfiz harus menjadi titik awal lahirnya generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap ini menjadi awal lahirnya generasi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, wisuda Tahfiz tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan momentum penting dalam membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, para santri memiliki peluang besar untuk mengukir prestasi, termasuk pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten hingga provinsi. Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak, terutama Kementerian Agama dan para guru, untuk terus melakukan pembinaan di tengah tantangan era digital.
Syahrizal menyebutkan, program unggulan daerah seperti Nagari Mangaji dan Nagari Pandai memiliki keterkaitan erat dengan keberadaan pesantren. Wisuda Tahfiz dinilai menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat religius sekaligus meningkatkan budaya membaca dan memahami Al-Qur’an.
Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai pengaruh negatif yang berkembang melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan penguatan pendidikan agama dan pengawasan dari lingkungan keluarga maupun sekolah.
Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan bagi peserta didik, termasuk dalam penggunaan media sosial.
“Guru harus memberi contoh yang baik, termasuk dalam bermedia sosial. Hindari konten yang tidak mendidik dan arahkan siswa agar bijak dalam menyaring informasi,” tegasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




