Warga masih Terdampak, Satgas Turun Tangan, Padangpariaman Terlambat Pulih

PADEK.JAWAPOS.COM -- Upaya percepatan pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Padangpariaman terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus meninjau langsung kondisi infrastruktur serta bantuan kemasyarakatan di wilayah terdampak.
Tim supervisi Satgas PRR dipimpin Wakil II Pos Komando Satgas PRR, Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma (Pamen Mabesad), didampingi Anggota Pos Komando Analisis dan Evaluasi Satgas PRR Gatot Satria Wijaya, Analis Kebencanaan Ahli Madya Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, serta Anggota Pos Komando Data Satgas PRR Sertu Tri Wahyu Hadiyanto. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Kodim 0308/Pariaman dan Polres Pariaman.
Kedatangan rombongan Satgas PRR disambut langsung oleh Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis di Pendopo Bupati pada Kamis (11/6). Usai penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam rapat tersebut, Bupati John Kenedy Azis memaparkan bahwa dampak banjir bandang yang terjadi pada akhir 2024 masih dirasakan hingga kini oleh masyarakat. Sejumlah kerusakan infrastruktur belum tertangani secara optimal dan membutuhkan percepatan penanganan.
“Banyak infrastruktur vital yang lumpuh, mulai dari jembatan putus hingga jalan rusak berat. Lahan pertanian warga juga tidak lagi bisa digarap akibat perubahan aliran sungai. Sejumlah fasilitas pendidikan rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi ini berdampak besar terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat,” ujar JKA.
Ia menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi tidak dapat ditunda karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bukan lagi sekadar program pembangunan, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti kondisi warga yang masih harus berjuang dalam keterbatasan akses. Ia mengisahkan adanya warga yang sempat nekat menyeberangi sungai menggunakan seutas tali karena jembatan penghubung telah putus.
“Salah seorang warga bahkan nekat menyeberangi sungai dengan berpegangan pada tali karena jembatan yang biasa digunakan sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, warga tersebut sempat terjatuh dan hanyut setelah pegangan tali terlepas, namun berhasil diselamatkan oleh masyarakat sekitar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




