Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lulusan Unand Ditantang Taklukkan Era AI

R
Penulis: Rommy Delfiano❯
Rektor Unand, Efa Yonnedi PhD.
Rektor Unand, Efa Yonnedi PhD.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Perkembangan kecerdasan buatan ( artificial intelligence /AI) mengu­bah wa­jah dunia kerja dengan sa­ngat cepat. Di tengah gelombang perubahan itu, Universitas Andalas (Unand) mengingatkan para lulusannya bahwa ija­zah bukan lagi jaminan utama untuk bertahan, melainkan kemampuan berpikir kritis, bera­daptasi, dan menjaga integritas.

Pesan tersebut mengemuka dalam Wisuda Periode III Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 11–12 Juli, di Auditorium Kampus Limauma­nih. Sebanyak 1.389 lulusan di­ku­kuh­kan, terdiri atas 677 wi­su­dawan pada hari pertama dan 712 lulusan pada hari kedua.

Rektor Unand Efa Yonnedi PhD menegaskan, wisuda bukanlah garis akhir pendidikan, tetapi awal memasuki dunia yang berubah dalam hitungan bulan akibat perkembangan AI, digitalisasi, otomatisasi, dan dinamika ekonomi global.

Advertisement

“Dunia di luar kampus bergerak sangat cepat. Ijazah hanya menjadi pintu masuk. Yang menentukan adalah kemampuan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, memperluas jejaring, dan be­ra­daptasi,” ujarnya.

Pada hari pertama, lulusan berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keperawatan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Pertanian, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Hukum, dan Fakultas Kedokteran.

Sedangkan hari kedua, wi­sudawan berasal dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Tek­nologi Informasi, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Advertisement

Momentum tersebut juga menjadi catatan penting bagi FISIP Unand yang untuk pertama kalinya meluluskan doktor dari Program Studi Kebijakan Publik dan Program Studi So­siologi.

Dalam sambutannya, Efa membagikan pengalaman me­ngikuti Google Leaders Series di Singapura bersama pimpinan perguruan tinggi Asia Pasi­fik. Dari forum itu, ia menyoroti konsep human in the loop, yakni manusia tetap menjadi pe­ngambil keputusan utama mes­ki AI semakin canggih.

“AI boleh membantu. AI boleh menjadi co-pilot. Tapi pilotnya adalah saudara-saudara sendiri,” katanya.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak dinilai dari seberapa cepat memperoleh jawaban, melainkan dari kemampuan memahami persoalan, berpikir kritis dan krea­tif, berkomunikasi, serta ber­kolaborasi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Unand Kembangkan Inovasi Pangan Berbasis Komoditas Lokal 

Unand Kembangkan Inovasi Pangan Berbasis Komoditas Lokal 

Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) mengembangkan ino­vasi pangan berbasis sumber daya hayati atau komoditas lokal

Perbaikan Gizi sejak Remaja Kunci Lahirkan Generasi Bebas Stunting

Perbaikan Gizi sejak Remaja Kunci Lahirkan Generasi Bebas Stunting

Status gizi perempuan sebelum dan selama kehamilan menjadi faktor penentu kualitas kesehatan generasi mendatang.

Sistem Parak Berpotensi jadi Mitigasi Perubahan Iklim, Solusi Berbasis Riset Melalui Pengembangan Agroforestri Cerdas Iklim

Sistem Parak Berpotensi jadi Mitigasi Perubahan Iklim, Solusi Berbasis Riset Melalui Pengembangan Agroforestri Cerdas Iklim

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem, banjir, dan longsor di berbagai wilayah Sumatera Barat,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer