Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Revitalisasi Benteng Van der Capellen Dipercepat

Safrizal Putra
Penulis: Safrizal Putra❯
Bupati Tanahdatar Eka Putra didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ten Feri bertemu Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Dr. Restu Gunawan serta Sekretaris Direktorat Jenderal Lita Rahmiati di Jakarta, Senin (20/7). (DOK PEMKAB TANAHDATAR)
Bupati Tanahdatar Eka Putra didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ten Feri bertemu Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Dr. Restu Gunawan serta Sekretaris Direktorat Jenderal Lita Rahmiati di Jakarta, Senin (20/7). (DOK PEMKAB TANAHDATAR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Peme­rintah Kabupaten (Pemkab) Ta­nahdatar mempercepat upa­­ya revitalisasi Benteng Van der Capellen di Batusangkar. Langkah itu ditandai dengan kunju­ngan kerja Bupati Tanahdatar Eka Putra ke Kantor Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (20/7), untuk mendorong percepatan pemugaran salah satu cagar budaya nasional tersebut.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Ta­nahdatar dalam menyelamatkan warisan sejarah sekaligus mengembangkan Benteng Van der Capellen sebagai museum sejarah dan destinasi wisata edukasi berbasis budaya di Sumatra Barat.

Dalam pertemuan itu, Eka Putra didampingi Asisten Pe­rekonomian dan Pembangu­nan Setda Tanahdatar, Ten Feri. Rombongan diterima Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Dr. Restu Gunawan, bersama Sekretaris Direktorat Jenderal, Lita Rahmiati.

Advertisement

Eka Putra mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang sebelumnya telah dilakukan bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

“Revitalisasi Benteng Van der Capellen direncanakan untuk dijadikan museum sejarah yang dapat menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Tanahdatar,” ujar Eka Putra, dikutip dari media sosial Pemkab Tanahdatar.

Benteng Van der Capellen merupakan peninggalan kolonial Belanda yang kini berstatus sebagai cagar budaya nasional di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.

Advertisement

Saat ini, sebagian bangunan benteng masih dimanfaatkan sebagai kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Ka­bupaten Tanahdatar.

Untuk mendukung proses pemugaran secara menyeluruh sesuai kaidah pelestarian cagar budaya, Pemkab Tanahdatar akan memindahkan perkantoran dinas yang masih menempati kawasan benteng ke lokasi baru.

Langkah tersebut dilakukan agar nilai sejarah dan keaslian bangunan dapat dipulihkan secara optimal. Pertemuan antara Pemkab Tanahdatar dan Kementerian Kebudayaan menghasilkan ke­se­pahaman untuk memperce­pat pelaksanaan revitalisasi benteng.

“Alhamdulillah, rencana revitalisasi ini mendapat respons positif dari Kementerian Kebudayaan. Anggaran untuk pelaksanaannya telah tersedia dan kami berharap prosesnya dapat segera berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan,” kata Eka Putra.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pabrik Indarung I Direvitalisasi, Sejarah Industri Dipertahankan dengan Fungsi Baru

Pabrik Indarung I Direvitalisasi, Sejarah Industri Dipertahankan dengan Fungsi Baru

Revitalisasi Pabrik Indarung I mempertahankan nilai sejarah sekaligus memberi fungsi baru sebagai ruang publik & pusat aktivitas kebudayaan.

Sebelum Menuju UNESCO, Pabrik Indarung I Diminta Hidup sebagai Pusat Budaya

Sebelum Menuju UNESCO, Pabrik Indarung I Diminta Hidup sebagai Pusat Budaya

Pabrik Indarung I perlu diaktifkan sebagai pusat budaya sebelum menuju UNESCO, dengan revitalisasi dan pengelolaan berkelanjutan.

Pabrik Indarung I Bakal Dibuka untuk Masyarakat, Jadi Ruang Kreativitas dan Budaya

Pabrik Indarung I Bakal Dibuka untuk Masyarakat, Jadi Ruang Kreativitas dan Budaya

Pabrik Indarung I bakal dibuka luas sebagai ruang publik, tempat masyarakat berkreasi, berekspresi, menikmati sejarah, dan gelar kegiatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer