
PADEK.JAWAPOS.COM -- Bawaslu Kabupaten Agam mulai menyiapkan generasi pemilih pemula menghadapi Pemilu 2029. Sebanyak 1.245 siswa SMK Negeri 2 Lubukbasung mendapat edukasi kepemiluan dengan penekanan pada bahaya politik uang, pentingnya menggunakan hak pilih secara bijak, serta peran aktif mengawasi jalannya pemilu.
Sosialisasi yang digelar dalam apel pagi sekolah, Rabu (22/7), dipimpin Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Agam, Yuhendra. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala SMK Negeri 2 Lubukbasung, Elson Chandra Putra.
Yuhendra menegaskan, praktik politik uang menjadi pintu masuk lahirnya korupsi. Karena itu, generasi muda diminta tidak mudah tergiur imbalan dalam menentukan pilihan politik.
“Melawan politik uang dalam pemilu berarti memberantas cikal bakal korupsi. Pilihlah calon berdasarkan visi, misi, dan kapasitasnya, bukan karena uang atau pemberian,” tegasnya.
Selain menolak politik uang, para siswa juga diingatkan agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta ikut mengawasi setiap tahapan pemilu.
Menurut Yuhendra, keterlibatan masyarakat, khususnya pemilih muda, menjadi salah satu kunci mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.
Ia menyebutkan, pada Pemilu 2024 sekitar 56 persen pemilih berasal dari kalangan muda. Kondisi itu menunjukkan generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa pada Pemilu 2029 mendatang.
“Demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kalian akan menjadi kelompok pemilih terbesar, sehingga memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas demokrasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bawaslu Agam juga melakukan uji petik terhadap siswi yang telah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).
Data administrasi kependudukan disandingkan dengan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk memastikan hak pilih para siswa yang akan memasuki usia pemilih.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




