Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masalah Sosial Jadi Perhatian, Pemprov Sumbar Perkuat Pemangku Adat Lewat Bimtek

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M.Si (kiri). Narasumber Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat di Hotel Rocky, Bukittinggi (kanan).
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M.Si (kiri). Narasumber Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat di Hotel Rocky, Bukittinggi (kanan).
PADEK.JAWAPOS.COM—Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M.Si, menyebut kondisi adat dan budaya Minangkabau saat ini menghadapi tantangan serius.


Advertisement

Hal itu ditandai meningkatnya berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Narkoba, LGBT, seks bebas, tawuran antar pelajar, itu merupakan sebuah tanda bahwa nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau yang sangat kaya sudah mulai tidak menjadi pegangan hidup bagi masyarakat kita sekarang, terutama pada generasi muda,” kata Jefrinal.

Pernyataan tersebut disampaikan Jefrinal saat mewakili Gubernur Sumatera Barat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat di Hotel Rocky, Bukittinggi, Jumat (12/12/2025).

Advertisement

Menurut Jefrinal, upaya pencegahan perlu melibatkan peran aktif niniak mamak dan bundo kanduang.

Ia meminta para pemangku adat mentransfer nilai-nilai adat dan budaya kepada anak dan kemenakan di kaum dan nagari masing-masing.

“Dalam transfer ilmu tersebut, kami berharap pemangku adat menyampaikannya dengan cara kekinian, karena generasi saat ini sangat berbeda pola pendekatannya,” ujarnya.

Advertisement

Ia menegaskan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, adat basandi syara, syara basandi kitabullah, sebagai dasar dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai yang bersumber dari Al Quran menjadi tuntunan bagi masyarakat Minangkabau dalam menjaga adat dan budaya.

“Ini adalah pekerjaan berat kita bersama. Harus tercipta kolaborasi yang solid di antara seluruh pemangku kepentingan,” kata Jefrinal.

Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah, Adat, dan Nilai-Nilai Tradisi Dinas Kebudayaan Sumbar, Fadhli Junaidi, S.STP, M.AP, mengatakan peserta kegiatan berasal dari Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Tanah Datar.

Fadhli menyebut kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Kebudayaan Sumbar dengan Anggota DPRD Sumbar Komisi V, Syofian Hendri.

Ia berharap bimtek tersebut dapat membantu mengurangi persoalan adat dan budaya di Sumatera Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Desember 2025, ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, legislatif, akademisi, dan tokoh adat.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M.Si, yang membahas Implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Anggota DPRD Sumbar Komisi V, Syofian Hendri, S.Pd.I, memaparkan materi terkait Peran Legislatif dalam Pemajuan Adat dan Budaya Minangkabau. Selanjutnya, Drs. Zaitul Ikhlas Saad, M.Si, membahas Peran Niniak Mamak dan Bundo Kanduang dalam Mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Materi lain disampaikan oleh Zulhamdi dengan topik Tantangan dan Harapan Adat Minangkabau, serta Irwan Malin Basa yang mengulas Pentingnya Manuskrip dalam Pelestarian Adat dan Budaya Minangkabau.

Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Kurnia Warman, M.Hum, dengan materi Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat.

Kegiatan ditutup dengan pemaparan Dr. Budiman mengenai Strategi Pewarisan Nilai-Nilai Adat dan Budaya kepada Generasi Muda.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

15 Kelompok Ikuti Lomba Basurah Adat Bawah Payuang di Kuranji Padang

15 Kelompok Ikuti Lomba Basurah Adat Bawah Payuang di Kuranji Padang

Lomba Basurah Adat Bawah Payuang di Kuranji diikuti 15 kelompok. Maigus Nasir dorong penguatan adat dan budaya Minangkabau.

Fadly Amran Buka Pelatihan Imam, Muzakarah Ulama Bahas Tradisi Manujuh hingga 100 Hari

Fadly Amran Buka Pelatihan Imam, Muzakarah Ulama Bahas Tradisi Manujuh hingga 100 Hari

Wali Kota Padang Fadly Amran membuka pelatihan imam dan muzakarah ulama se-Kenagarian Limau Manis yang diikuti 40 peserta.

Rumah Gadang IKTD Tanjung Pinang Disiapkan Jadi Pusat Pelestarian Adat Minangkabau

Rumah Gadang IKTD Tanjung Pinang Disiapkan Jadi Pusat Pelestarian Adat Minangkabau

Rumah Gadang IKTD Tanjung Pinang disiapkan sebagai pusat pelestarian adat Minangkabau, pembinaan generasi muda dan penguatan perantau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer