Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dengar Pidato Anies dan Surya Paloh, Fadly: Membakar Semangat Kader-Caleg Nasdem

Admin Padek • Senin, 17 Juli 2023 | 08:37 WIB
Photo
Photo
PADEK-Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Barat Fadly Amran menyebutkan bahwa pidato politik yang disampaikan Capres Anies Baswedan dan Ketua DPP Surya Paloh sangat membakar semangat kader dan para Bacaleg yang disiapkan untuk Pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Fadly usai menghadiri Apel Siaga Perubahan yang diadakan Partai NasDem di Gelora Bung Karno, Minggu (16/7/2023).

Sesuai laporan Ketua Panitia Ahmad Ali, diperkirakan peserta apel berjumlah seperempat juta orang. Sehingga sebagian peserta tidak bisa memasuki stadion.

Fadly menjelaskan, pidato politik Anies dan Surya Paloh disampaikan berapi-api, tapi tetap dengan bahasa yang santun dan penuh edukasi. Bagi kader hal tersebut tentu semakin membakar semangat mereka untuk menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024.

Para kader akan all out turun ke masyarakat dengan semangat perubahan untuk persatuan.

“Bagi kami, pidato keduanya sangat luar biasa. Terobati rasa rindu para kader yang datang dari seluruh pelosok tanah air. Termasuk dari Sumatera Barat yang berangkat sekitar 1.500 orang,” ujarnya.

Menurutnya, aura restorasi begitu terasa sejak pagi dan puncaknya pukul 15.00 WIB. Pantauan di lokasi, jelang Zuhur seluruh kursi dengan kapasitas 80.000 tempat duduk sudah terisi penuh.

Peserta apel akhirnya melimpah ke dalam lapangan, duduk bersila di tengah teriknya panas. Sebagian lain bersabar mengikuti rangkaian kegiatan dari luar stadion.

Selain Ketum DPP Demokrat dan Presiden PKS, apel siaga juga dihadiri utusan khusus Partai Golkar.

Dalam pidato politiknya Anies kembali menyampaikan tekad melakukan perubahan dan perbaikan. Ini momen yang istimewa bahwa keadilan di Indonesia akan lebih baik dalam waktu tak lama lagi, dimulai dari Papua. Hal itu ditunjukkan ketika defile diawali dengan kontingen apel siaga dari negeri paling timur Indonesia tersebut.

Anies mengakui sejak beberapa waktu terakhir, perjuangan untuk menunjukan komitmen restorasi Indonesia dan penegakan demokrasi tak lepas dari tekanan dan terpaan persoalan.

“Ini bukan perjuangan kecil, tetapi perjuangan besar yang butuh konsistensi. Kita ingin dimanapun tempat berada, mendapatkan peluang kesempatan yang setara,” ujarnya.

Mantan Mendiknas ini menyebut, kesempatan untuk mencapai cita-cita dan gagasan harus diiringi ikhtiar dan tawakal supaya perjuangan untuk perubahan bisa dimudahkan.

Anies mengkhususkan pidatonyo dengan memimpin doa hampir lima menit, sebelum melanjutkan uraian pidato. Doa bukan berarti lemah, tapi berserah diri atas ikhtiar yang diiringi tawakal.

Usai memimpin doa, Anies menegaskan dengan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, maka seluruh kader tak perlu lagu berikhtiar di lapangan. Mendapatkan amanah rakyat, membawa misi perubahan yang harus diiringi dukungan suara dan amanah masyarakat.

Sementara itu, Surya Paloh dalam pidatonya  menekankan betapa besarnya potensi alam yang dimiliki, serta pemimpin bangsa terdahulu yang mengedepankan persatuan atas perbedaan yang dimiliki.

Pancasila sebagai pandangan hidup harus dijadikan sebagai landasan berbangsa bernegara. Mestinya bangsa kita lebih hebat dari apa yang ada saat ini, sesuai harapan para pendiri bangsa.

“Revolusi mental yang dicita-citakan sebelumnya senafas dan sama pemikiran dengan NasDem, sehingga dorongan politik itu dilakukan. Tapi sayang, belum berjalan sesuai harapan,” kata Surya Paloh.

Surya Paloh menyoroti karakter anak bangsa yang terus memprihatinkan. Hilangnya semangat gotong-royong yang berubah menjadi anak bangsa yang individualistik dan jiwa keakuan.

“Apakah kita menyerah. Apakah kita menyerah. Apakah kita menyerah,” ujar Surya mengulangi kalimat yang sama tiga kali. Peserta apel menjawab dengan histeris. "Tidak!".

Surya Paloh juga berpesan kepada penyelenggara Pemilu untuk bekerja secara profesional. Tak ada artinya jika penyelenggara mendapatkan intervensi. Jika itu dilakukan, maka akan menjadi musuh bagi masyarakat, karena masyarakat ingin keadilan dan tak ingin dibodohi.

Kader NasDem Sumbar

Rombongan kader Nasdem Sumatera Barat yang berangkat dengan armada darat sudah merapat ke ibu kota, sejak Jumat malam. Lebih seribuan kader harus menginap di lokasi berbeda dengan tetap mempertimbangkan akses ke lokasi acara.

Ketua DPW Partai NasDem Sumbar Fadly Amran didampingi Ketua Panitia Daddy Fatria meminta seluruh rombongan untuk menjaga nama baik Sumateta Barat dan Partai NasDem. Mulai pemberangkatan, dalam perjalanan dan selama mengikuti agenda.

“Insya Allah perjalanan dan Apel Siaga ini dapat kita ikuti dengan baik serta acara dapat berjalan lancar,” ujar Fadly yang bergabung dengan rombongan di Jakarta.

Khusus selama di lokasi acara, Fadly yang juga wali kota Padangpanjang ini meminta agar seluruh rombongan Sumbar menjaga kebersihan, menjaga kesehatan dan menjaga situasi kondusif di lokasi kegiatan.

“Kita minta panitia menyiapkan kantong plastik. Kita lakukan aksi bersih memungut sampah sebelum naik kendaraan untuk balik ke Sumbar. Tentu menjaga kebersihan ini juga keinginan Ketum, DPP dan seluruh panitia pelaksana,” ujarnya.

Daddy Fatria menyebut seluruh arahan Ketua DPW dan instruksi panitia pusat sudah dipetakan dan dilaksanakan dengan baik, termasuk pola teknis masuk ke tribun acara.(rel) Editor : Admin Padek
#fadly amran #Apel Siaga Perubahan Nasdem #Pidato Surya Paloh #Pidato Anies Apel Siaga #Nasdem Sumbar