Rp 1,5 T untuk Pembangunan Madrasah

41
Gedung Kementerian Agama. (JawaPos.com)

Tahun depan Kementerian Agama (Kemenag) kembali fokus membangun madrasah. Biaya yang bakal digelontorkan mencapai Rp 1,5 triliun. Dana ini berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan diperuntukkan kepada 269 unit madrasah di seluruh Indonesia.

Direktur Kurikulum, Sarana Prasarana, Kesiswaan, dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar menjelaskan dana tersebut dimaksimalkan untuk pembanguan ruang kelas baru (RKB). ”Kemudian juga untuk pembangunan laboratorium, asrama siswa, rumah guru, dan pusat pembelajaran,” jelasnya di Jakarta, kemarin (22/12).

Umar menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir mereka mendapatkan kucuran dana SBSN untuk membangun madrasah. Dia mengungkapkan selama ini sedikitnya sudah mengucurkan Rp 1 triliun untuk pembangunan madrasah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan di sekitar 400 unit madrasah.

Dia mengatakan, tahun depan Kemenag akan menitikberatkan pada pembangunan asrama siswa madrasah. Baginya banyak sekali manfaat dari sistem madrasah berasrama. Di antaranya, dapat membangun karakter atau watak siswa. Seperti, karakter kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi. Selain itu, juga watak saling menghargai.

Kemudian, sistem madrasah berasrama juga dapat meningkatkan prestasi siswa. ”Siswa-siswa madrasah yang menjuarai olimpiade banyak dari madrasah berasrama,” tuturnya. Dia berharap dengan kucuran dana Rp 1,5 triliun itu, bisa membangun banyak asrama di sejumlah madrasah.

Baca Juga:  Penghapusan Pengawas Sekolah Diprotes

Melalui kucuran dana SBSN yang besar itu, Umar menjelaskan, wajah madrasah sekarang sudah berbeda. Dia menjelaskan, madrasah sekarang sudah bagus-bagus. Bahkan ada madrasah yang kondisi toiletnya sebersih toilet hotel. Kemudian ada madrasah yang memiliki laboratorium terintegrasi di bangunan lima lantai. Laboratorium canggih ini digunakan untuk murid-murid madrasah yang dipersiapkan mengikuti olimpiade nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu Umar juga menyampaikan rencana Kemenag tahun depan di bidang pendidikan. Khususnya dikaitkan dengan pandemi Covid-19 yang diperkirakan belum berakhir tahun depan. Umar menjelaskan konsetrasi Kemenag ke depan adalah penyediaan akses dan jaringan internet. ”Untuk kurikulum dan platform sudah ada,” katanya.

Dia menegaskan, keselamatan dan keamanan siswa harus tetap jadi prioritas. Madrasah tidak harus memaksakan membuka kembali sekolah tatap muka jika masih dalam wilayah rawan. Madrasah bisa tetap menjalankan pendidikan jarak jauh, guru kunjung, atau drive thru learning. (wan/jpg)

Previous articleEkonomi Digital RI Tumbuh 11 Persen
Next articleNataru, Petasan Dilarang