Rp 8,7 Miliar untuk Sentra Industri Kopi

105
ilustrasi. (JawaPos.com)

Kabupaten Solok Selatan segera memiliki sentra industri kopi yang akan dibangun di Golden Arm dengan anggaran senilai Rp 8,7 miliar di tahun 2021. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Solok Selatan, Budiman.

Dia menjelaskan, Pemerintah Pusat tahun ini mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 8,7 miliar untuk pembangunan sentra kopi di Golden Arm, Nagari Lubukgadang, Kecamatan Sangir.

Saat ini, katanya, dalam proses Rencana Umum Pengadaan (RUP), dan kemungkinan pelaksanaan pembangunan akan dikebut pertengahan tahun 2021. “Ini artinya Solsel akan segera memiliki sentra industri kopi di Golden Arm, sebab sudah dianggarkan melalui DAK pusat senilai Rp 8,7 miliar,” jelas Budiman kepada Padang Ekspres, Minggu (7/3).

Dengan sentra industri kopi ini, maka akan dapat menampung kopi daerah dan lebih bernilai tinggi. Fasilitas industri ini diadakan untuk memenuhi kebutuhan pelaku industri kopi, tempat di sentra dalam menyongsong peningkatan perekonomian petani kopi daerah. “Jika kualitas, kuantitas ditingkatkan, maka kopi Solsel akan dapat berdaya saing lebih dipasarkan,” paparnya.

Maka akan dapat menampung dari produk UMKM yang ada di Solsel, nah untuk pengelola dibentuk setelah sentra selesai dibangun. Harapan ini sebenarnya sudah lama dimimpikan Kabupaten Solok Selatan sebut Budiman, namun tahun 2021 ini baru akan terwujud.
“Setelah bangunan terwujud, maka kita akan membentuk pengelola yang paham dan memiliki jaringan kopi berskala nasional dan internasional,” paparnya.

Baca Juga:  Kadis Ketahanan Pangan Solsel Wafat, Dimakamkan di TPU Khusus Covid

Mulai dari bangunan, peralatan dan tempat jemuran serta areal akan di bangun. Dengan begitu akan dapat mengangkat marwah kopi Solsel dan spesifik daerah. Mudahan saja tidak ada kendala saat pelaksanaan lelang, sehingga proyek sentra industri kopi dapat terealisasi sesuai harapan Pemkab dan masyarakat Solsel. “Saat ini kita tinggal menunggu proses lelang dan kegiatan pembangunannya oleh kontraktor nantinya,” bebernya.

Untuk tahun 2022, Budiman mengatakan, program sedang dirumuskan terkait peningkatan UKM dan pelaku UKM betul-betul bisa mandiri dan berdaya saing. Disamping lanjutkan program sudah ada, hal ini jadi targetnya sebagai di dinas. ”Sebelum saya pensiun, setidaknya ada kenangan-kenangan yang ditinggal bagi daerah untuk perekonomian,” ujarnya. (tno)

Previous articleRaya and the Last Dragon yang Kental Budaya Asia Tenggara
Next articleUlar 4 Meter Masuk ke Dapur Warga, 7 Pohon Tumbang Macetkan Jalan