Sarinah bakal jadi Mal Komunitas

Relief di Gedung Sarinah yang dibuat di zaman kepemimpinan Soekarno. (Instagram Sarinah Indonesia)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pusat perbelanjaan berpihak kepada produk lokal, khususnya produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menegaskan kembali gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Cinta Produk Nasional.

Presiden menyampaikan juga bahwa brand lokal harus memikat dan melekat pada konsumennya. Oleh karena itu, kurasi untuk kualitas maupun harga yang bersaing menjadi penting. Presiden lebih lanjut juga meminta agar brand lokal menembus pasar ekspor di negara-negara yang belum maksimal tergarap potensinya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, keberpihakan kepada produk lokal dan UMKM adalah investasi strategis karena kekuatan ekonomi nasional bertumpu padanya. Jika dikelola dengan benar melalui kurasi yang ketat, maka produk lokal unggulan akan bermunculan dan Sarinah akan menjadi panggung karya mereka.

“Membesarkan UMKM menjadi syarat untuk berlanjutnya perekonomian Indonesia. Di sisi lain, Sarinah dan layaknya semua BUMN diberi penugasan untuk meningkatkan kapasitas mereka agar menjadi pemain global,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (9/3).

Menurutnya, brand lokal sebenarnya sudah mulai bangkit dalam dekade terakhir, namun memang perlu keberlanjutan yang menjadi pekerjaan rumah seluruh stakeholders. Agar daya pikat dan daya saing brand lokal bisa memenangkan pangsa pasar (market share), mind dan heart shares masyarakat.

“Kecintaan pada produk lokal harus juga menjamin keberlangsungan UMKM dan merek-merek nusantara. Dan, semua ini harus dimulai dari dalam negeri. Apalagi jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi jaminan skala ekonomis (economic scale),” tuturnya.

Baca Juga:  Kinerja PT BPR Pembangunan Nagari, Maksimalkan Kredit di Paruh Tahun

Sementara, Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan, pihaknya akan menyediakan panggung bagi komunitas dan para kreator seni, budaya, kerajinan, tata boga, dan ekonomi kreatif nusantara. Oleh sebab itu, konsep Sarinah akan bertransformasi menjadi Community Mall.

Fetty menjabarkan, bahwa stakeholders enggagement melibatkan komunitas, produsen brand lokal keren, kalangan akademisi, dan sinergi BUMN terus ditingkatkan. Sarinah juga sedang menggodok konsep Sarinah Pandu, yaitu suatu wadah peningkatan kapasitas UMKM sekaligus sebagai promotor gerakan Cinta Indonesia dan Brand Lokal Keren dengan asas keberlanjutan (sustainability). “Usaha yang bertanggung jawab akan mewujudkan usaha yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Dengan konsep retail terpadu termasuk duty free shop dan trading house serta ruang budaya akan menjadikan Sarinah sebagai destination (destiny and nation) dan menjadi duta nation brand, serta menjadi pusat perbelanjaan wajib kunjung bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. “Sarinah sejak tahun lalu telah melakukan transformasi bisnisnya dengan berpihak kepada UMKM yang memang adalah khitahnya sejak lahir,” ungkapnya.

Di samping perencanaan ekspansi toko dan perdagangan luar negeri, dia menambahkan, Sarinah juga melakukan pemasaran melalui pasar digital atau e-market place serta mengembangkan ekosistem on-line store-nya dengan berkolaborasi bersama pemain-pemain regional dan global. “Ini adalah potensi dagang besar yang Sarinah belum digarap secara maksimal,” pungkasnya. (jpg)

Previous articleVaksinasi Mandiri: Strategi Jitu atau Keliru?
Next articleReferendum IE-CEPA Rampung, Rakyat Swiss Dukung Sawit Indonesia