Jumlah tersebut disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, Fajri Abu Aisyah, melalui admin pendaftaran resmi Dwi Akimulhaq secara daring, Selasa (10/2/2026).
Lomba esai ini mengusung subtema “Menggali Pemeran dan Pelaku Sejarah Sebelum dan Setelah Kemerdekaan Republik Indonesia di Sawahlunto 1858–2013”.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Forum Pegiat Literasi Adinegoro Sawahlunto bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat serta didukung Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Ir. Hj. Neldaswenti, M.Si.
Pendaftaran Ditutup 16 Maret, Pengumuman 15 April 2026
Ketua FPLA Sawahlunto, I.Y. Datmy, menjelaskan pendaftaran lomba esai masih dibuka hingga 16 Maret 2026 pukul 23.30 WIB.
Setelah tahapan pendaftaran, peserta akan mengikuti pelatihan penguatan kapasitas yang dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026.
Penilaian karya oleh dewan juri direncanakan pada 6 hingga 10 April 2026, sementara pengumuman pemenang akan dilakukan pada 15 April 2026.
Datmy menyebutkan peserta lomba tidak hanya berasal dari Sumatera Barat, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia, seperti Maluku, Flores Nusa Tenggara Timur, Surabaya, Malang, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Bahkan, terdapat peserta yang menghubungi panitia dari Amsterdam, Belanda, menunjukkan minat lintas wilayah terhadap sejarah Sawahlunto.
Sejarawan Apresiasi, Seminar Adinegoro Dijadwalkan April
Sejarawan dan peneliti BRIN, Prof. Dr. Erwiza Herman, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan lomba esai tersebut.
Baca Juga: Arry Yuswandi Tegaskan: Ratusan Bangunan di Kawasan Lindung Lembah Anai Akan Dibongkar Paksa
Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah kolaboratif yang positif untuk menggali kembali jejak sejarah Sawahlunto sebagai kota industri tambang batubara sejak masa Hindia Belanda hingga penetapannya sebagai Warisan Dunia.
Selain lomba esai, kolaborasi FPLA dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar juga akan menggelar seminar tentang Djamaludin “Adinegoro”.
Seminar tersebut dijadwalkan berlangsung di Sawahlunto pada 29 April 2026 dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari kalangan akademisi, sejarawan, tokoh pers, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lainnya.(*)
Editor : Hendra Efison